Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan 27 Kontrak Pertahanan Senilai Rp33 Triliun

Kontrak ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan 17 penyedia barang dan jasa pertahanan.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan 27 Kontrak Pertahanan Senilai Rp33 Triliun
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan 27 Kontrak Pertahanan Senilai Rp33 Triliun (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 27 kontrak pertahanan senilai Rp33 triliun antara Kementerian Pertahanan RI dengan sejumlah BUMN dan BUMS. Agenda ini berlangsung usai pembukaan Indo Defence Expo and Forum 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Presiden Prabowo tampak didampingi Menko Polhukam Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat penandatanganan berlangsung.

Kontrak ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan 17 penyedia barang dan jasa pertahanan, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan strategis nasional maupun swasta. Di antaranya:

  1. PT PAL Indonesia
  2. PT Dirgantara Indonesia
  3. PT Pindad
  4. PT LEN
  5. PT Republik Defens Indonesia
  6. PT Praba Cipta Mandiri
  7. PT Nusantara Turbine Propulsi
  8. PT Agrapana Nugraha Katara
  9. PT Tesco Indomaritim
  10. PT Indonesia Defence Systems
  11. PT Aggiomultimex International Group
  12. PT Sapta Cakra Manunggal
  13. PT Mitra Harapan Abadi
  14. PT Mulia Buana Dharma Trans
  15. PT Noahtu Shipyard
  16. serta Ellips Projects UK yang bekerja sama dengan BUMS dalam negeri.

Perkuat Sistem Pertahanan dan Rumah Sakit Militer

Penandatanganan kontrak ini bertujuan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional yang modern dan terintegrasi. Selain sektor alutsista, juga ditandatangani kontrak upgrading 20 rumah sakit dalam lingkup Kementerian Pertahanan dan industri pertahanan nasional.

Dalam pidatonya saat membuka Indo Defence Expo and Forum 2024, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya investasi di sektor pertahanan demi menjamin keselamatan dan kedaulatan bangsa.

"Sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas. Biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak," jelas Prabowo.

Ia menekankan, Indonesia harus belajar dari sejarah panjang penjajahan. Karena itu, kata Prabowo, pembangunan pertahanan adalah kunci dalam menjaga kemerdekaan dan kesejahteraan.

"Ini adalah ajaran sejarah karena itu bangsa Indonesia dari awal mengatakan bahwa bangsa Indonesia cinta damai tetapi bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan terhadap kesejahteraan," tuturnya.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengikuti perkembangan sains dan teknologi di bidang pertahanan melalui pameran ini.

"Expo ini dimaksud untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri. Industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan dan tentunya generasi muda RI untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains, khususnya di bidang pertahanan," pungkasnya.

Rekomendasi