Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus Jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa

Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan IKJ untuk menampilkan beragam karya dan kreativitas di berbagai forum, termasuk di Kota Tua mulai awal 2026.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus Jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa
Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus Jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa (Merdeka.com)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memindahkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kota Tua. Saat ini, pemerintah sepakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjadikan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya. 

"Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif, harus mampu menampilkan seni dan budayanya secara lebih baik dan rapi, sehingga menjadi pesona bagi orang yang datang ke Jakarta," kata Pramono di Kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/11). 

Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan IKJ untuk menampilkan beragam karya dan kreativitas di berbagai forum, termasuk di Kota Tua mulai awal 2026. 

"Tentunya, IKJ sebagai gudangnya orang-orang penuh kreasi dan jiwa seni, dapat tampil di forum-forum yang akan ditampilkan di Kota Tua mulai awal tahun depan," ucap Pramono.

Meski pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan Kota Tua masih berlangsung, Pemprov DKI Jakarta akan segera mulai mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang ekspresi seni. Terlebih, revitalisasi Kawasan Kota Tua akan selesai pada 2026.

"Kami akan mengembangkan Kota Tua itu mulai tahun depan, bukan 2027 atau 2029, mulai tahun depan. Dan kemudian kami berharap bahwa panggungnya atau etalasenya yang digunakan oleh IKJ itu, salah satunya tentunya di Kota Tua," ujarnya.

Buka Peluang Bisa Dimanfaatkan Mahasiswa IKJ

Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus Jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa
Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus Jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa istimewa

Pramono menyampaikan, jika nantinya terdapat kebutuhan ruang tambahan untuk kegiatan tertentu mahasiswa IKJ, Pemprov DKI Jakarta dipastikan membuka peluang agar ruang di kawasan itu bisa dimanfaatkan. 

"Kalau kemudian ada ruang kuliah ataupun apa yang ada di sana dimanfaatkan, dengan senang hati nanti kami persiapkan," ujar dia. 

Rektor IKJ, Syamsul Maarif menyambut baik komitmen Pramono untuk menguatkan ekosistem kebudayaan di Jakarta. Ia mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah menyusun master plan pengembangan IKJ yang akan mengakomodasi pemanfaatan Kota Tua sebagai etalase karya seni.

"Kita mau bikin master plan IKJ termasuk Kota Tua. Mungkin nanti difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari Pemprov DKI dalam menyongsong 500 tahun ulang tahun DKI," kata Syamsul.

Selain itu, Syamsul berharap agar Pemprov DKI melanjutkan pembangunan gedung mangkrak di Fakultas Seni Rupa serta memperbaiki akses kawasan TIM agar menjadi satu ekosistem seni yang terhubung antara IKJ, Akademi Jakarta, dan Dewan Kesenian Jakarta.

"Kalau akses-akses ini dibuka, maka TIM menjadi satu ekosistem dan IKJ ada di dalamnya," ucap dia.

Rekomendasi