Pramono Buka Suara Soal Rencana Pemindahan Patung Jenderal Sudirman di Jakarta

Pramono menekankan bahwa penataan kembali lokasi patung akan membuat monumen pahlawan nasional tersebut menjadi lebih terlihat dan menonjol.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Buka Suara Soal Rencana Pemindahan Patung Jenderal Sudirman di Jakarta
Suasana kawasan Patung Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/5/2021). Jalanan Ibu Kota lengang pada libur hari Idul Fitri 1442 H.Liputan6.com/JohanTallo (© 2025 Liputan6.com)

Patung Jenderal Sudirman yang terletak di kawasan Dukuh Atas, tepat di depan Gedung BNI di Jalan Jenderal Sudirman, direncanakan akan dipindahkan seiring dengan proyek pembangunan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas. Menanggapi rencana tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa patung Jenderal Sudirman akan tetap menjadi simbol kota, meskipun lokasinya akan mengalami perubahan.

Pramono menambahkan bahwa penataan ulang lokasi patung justru akan membuat keberadaan monumen pahlawan nasional itu semakin menonjol.

"Patung Sudirman harus ditempatkan betul-betul di depan. Malah kalau kita dari Thamrin, sebelum naik ke Dukuh Atas, patung ini akan terlihat lebih jelas dan lebih enak dilihat," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (2/10/2025). Ia juga menyatakan bahwa pemindahan patung akan dilakukan dengan memperhatikan nilai historis dan estetika kota, mengingat Sudirman adalah seorang jenderal besar di Indonesia.

"Kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar. Nanti akan kami atur agar tetap sesuai," ujarnya. Dengan demikian, pemindahan patung ini diharapkan dapat memperkuat identitas kota sekaligus menghormati jasa-jasa Sudirman sebagai pahlawan nasional yang telah berkontribusi besar bagi bangsa ini.

Ada Wacana Patung Jenderal Sudirman Bakal Dipindah Demi TOD Dukuh Atas, Ini Kata Pramono
Suasana kawasan Patung Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/5/2021). Jalanan Ibu Kota lengang pada libur hari Idul Fitri 1442 H.Liputan6.com/JohanTallo © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah melakukan pembahasan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai rencana pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas. Pembangunan kawasan ini akan mengintegrasikan empat jenis transportasi berbasis kereta api dan juga akan memindahkan Patung Jenderal Soedirman, yang saat ini terletak di tengah Jalan Sudirman, antara Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City.

"Nanti di kawasan Dukuh Atas itu, harapannya itu akan terintegrasi moda transportasi publik LRT (Jabodebek), kemudian Commuter Line, MRT, dan Kereta Bandara," ujar Menhub Dudy di Jakarta pada Selasa (30/9/2025). Menurutnya, Pemprov DKI telah merancang kawasan ini agar dapat mempermudah mobilitas masyarakat dalam berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.

Hal ini terutama akan sangat bermanfaat bagi penumpang LRT Jabodebek yang tiba di Stasiun Dukuh Atas dan ingin melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line di Stasiun Sudirman, Kereta Bandara di Stasiun BNI City, atau menuju Stasiun MRT Dukuh Atas. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih efisien dalam menggunakan berbagai moda transportasi yang tersedia.

Desain yang ada telah diatur sedemikian rupa agar masyarakat dapat dengan mudah berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya di stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City. "Jadi sudah didesain sedemikian rupa, sehingga masyarakat dalam melakukan mobilitasnya itu bisa dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda yang lain, di stasiun Dukuh Atas, Sudirman maupun BNI City," tuturnya.

Dalam rencana yang sedang disusun, Pramono Anung mengusulkan pemindahan Patung Jenderal Soedirman ke arah utara, tepatnya menuju Jalan MH Thamrin. "Kemarin Pak Gubernur menyampaikan bahwa ada kemungkinan memindahkan patung Jenderal Besar Sudirman Itu, yang semula ada di sisi selatan, akan dipindahkan lebih mendekati ke arah Thamrin ya," ujar Menhub.

Pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas yang menghubungkan stasiun KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan Kereta Bandara diproyeksikan akan selesai pada tahun 2027. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut secara signifikan.

Rekomendasi