Prabowo Tegaskan Bonus Uang Atlet Bukan Upah, tapi Penghargaan karena Mengharumkan Bangsa

Pemerintah memberikan penghargaan atas keringat dan jerih payah para atlet.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Tegaskan Bonus Uang Atlet Bukan Upah, tapi Penghargaan karena Mengharumkan Bangsa
Prabowo Tegaskan Bonus Uang Atlet Bukan Upah, tapi Penghargaan karena Mengharumkan Bangsa (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bonus berupa uang yang diberikan pemerintah kepada atlet berprestasi merupakan bentuk penghargaan karena telah mengharumkan nama Indonesia. Dia menekankan bonus tersebut bukan upah.

"Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah mendorong untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masamu yang akan datang," kata Prabowo dalam acara pemberian penghargaan atlet Sea Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/1).

"Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak. Ini adalah penghargaan karena untuk mencapai tingkat seperti saudara," sambungnya.

Dia menyampaikan para atlet telah mengorbankan tenaga dan waktu untuk berlatih agar dapat membawa pulang medali. Sehingga, kata Prabowo, pemerintah memberikan penghargaan atas keringat dan jerih payah para atlet.

"Saudara korbankan waktumu, saudara korbankan tenagamu, saudara korbankan mungkin hal-hal yang saudara bisa hidup dengan enak, santai, tapi saudara latihan, saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas itu, penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu," tuturnya.

Prabowo memahami bahwa seorang atlet membutuhkan mental yang kuat, terlebih mereka yang bertanding di ajang internasional. Dia menyebut para atlet harus tetap semangat berlatih, meskipun sudah lelah dan menyerah.

"Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional. Saudara mungkin pada saat lelah, capek, kram, sudah mau menyerah, tapi saudara mencari kekuatan dalam, kekuatan energi lagi demi negara, demi orang tua saya, demi kawan-kawan saya, saya tidak boleh menyerah," jelas Prabowo.

Dia mencontohkan atlet berkuda dari TNI yang mengalami cedera serius di SEA Games ke-33 Thailand kategori eventing. Atlet tersebut mengalami retak tulang rusak, sehari sebelum bertanding

Prabowo memuji atlet tersebut yang tak mudah menyerah dan tetap bertanding, meskipun sambil memegang tulang rusuknya. Bahkan, atlet tersebut berhasil meraih medali perak beregu di ajang SEA Games Thailand.

"Saya dapat laporan bahwa salah satu atlet itu berapa hari sebelumnya baru kecelakaan. Kena tendangan kuda, rusuknya fraktur. Jadi dia bertanding dengan memegang tulang rusuknya haha. Dan tidak, tidak mau menyerah, masuk finis. Setelah masuk finis, langsung pingsan," ujarnya.

Prabowo menekankan semangat tersebut patut dihargai. Dia menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menaikkan pangkat atlet berkuda dari TNI menjadi perrwira.

"Saya kira ini adalah semangat yang kita patut hargai. Saya terima kasih Panglima TNI, Panglima TNI langsung disekolahkan untuk jadi perwira ya," ucap Prabowo.



Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menyerahkan penghargaan berupa bonus kepada atlet Sea Games ke-33 yang berhasil membawa pulang medali ke Tanah Air. Prabowo mengundang para atlet hingga pelatih ke Istana Negara, Kamis (8/1/2026) untuk menyerahkan bonus.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan jumlah medali yang berhasil dibawa para atlet Sea Games ke-33 Thailand yakni, 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Jumlah medali emas yang berhasil dibawa pulang melebihi target yang ditetapkan.

"Alhamdulillah target juga di atas Pak, yang tadinya 80 emas kita mendapatkan 91 emas. Dan tentu dilengkapi dengan 111 perak dan 131 perunggu," kata Erick Thohir dalam acara pemberian penghargaan atlet Sea Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Adapun atlet peraih medali emas tunggal mendapat bonus sebesar Rp1 miliar. Ini merupakan bonus tertinggi yang didapat atlet sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara itu, peraih medali perak tunggal mendapat Rp315 juta, peraih medali perunggu tunggal Rp157 juta. Kemudian, peraih medali emas beregu mendapat Rp500 juta per orang.

Selanjutnya, peraih medali perak beregu mendapat bonus Rp220.500.000 per orang. Sedangkan, peraih medali perunggu beregu mendapat Rp110.250.000 per orang

Erick menyampaikan total anggaran bonus untuk atlet maupun pelatih mencapai Rp465.250.000.000. Menurut dia, bonus tersebut sudah disalurkan kepada para atlet dan pelatih melalui Bank BRI.

"Terima kasih Bapak (Presiden) perhatiannya. Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar Rp1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah juga ini karena Bapak. Terima kasih," tutur Erick.

Rekomendasi