Prabowo Singgung Tumpukan Sampah di Bantar Gebang Capai 55 Juta Ton, Bahayakan Lingkungan Sekitar

Presiden Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap tumpukan sampah di Bantar Gebang yang mencapai 55 juta ton.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Singgung Tumpukan Sampah di Bantar Gebang Capai 55 Juta Ton, Bahayakan Lingkungan Sekitar
Antrean truk sampah dari Jakarta saat akan menurunkan muatan di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/3). Jumlah sampah yang masuk TPST Bantar Gebang mencapai 7.400 ton per hari. (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya mengenai meningkatnya volume sampah di beberapa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Sebagai contoh, ia menyebutkan tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, yang telah mencapai 55 juta ton.

"Ada tempat-tempat sampah yang, sampahnya sudah menggunung. Terutama untuk DKI, Bantar Gebang, Bandung, untuk Surabaya, dan untuk Bali," ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta pada Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, "Kalau tidak salah, di Bantar Gebang itu saya dapat laporan, sudah mencapai puluhan juta ton itu. 55 juta ton. Limbahnya 55 juta ton. Sudah menggunung." Prabowo menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu mendesak yang perlu segera diatasi.

Dia menegaskan, jika tidak ditangani, tumpukan sampah tersebut dapat membahayakan masyarakat sekitar, terutama saat hujan deras. "Kalau terjadi hujan deras, dia bisa membahayakan banyak kampung di sekitar itu. Ini segera akan kita lakukan," tuturnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintahannya berencana untuk membangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia dalam dua tahun mendatang. Ia berambisi menjadikan tumpukan sampah di berbagai daerah sebagai sumber energi listrik. "Kita akan segera mulai 34 (provinsi). Ini sudah saya kira pembiayaan sudah tinggal kontrak dibagi-bagi, tinggal di-nilai teknologi yang terbaik yang mana. Karena ini sangat sangat penting," tutur Prabowo.

Menurutnya, proyek ini memiliki nilai strategis yang tinggi karena berkaitan dengan kebersihan, kesehatan, dan pariwisata di Indonesia. Untuk merealisasikan hal tersebut, Prabowo meminta agar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara segera memulai proyek PLTSa. "Kita berharap pariwisata naik kalau Bali tidak bisa bersihkan sampahnya, bisa kita bayangkan mau enggak turis datang ke tempat yang kotor, yang jorok? Jadi ini strategis. Terima kasih Danantara, segera dilaksanakan," jelas Prabowo.

Rekomendasi