Prabowo Instruksikan Menteri Evaluasi Anggaran di Tengah Krisis Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri untuk melakukan kajian terkait penghematan anggaran, mengingat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Instruksikan Menteri Evaluasi Anggaran di Tengah Krisis Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Nuzulul Qu'ran Tingkat Negara di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham). (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto merencanakan langkah penghematan anggaran menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia meminta para menterinya untuk meneliti langkah-langkah penghematan yang dapat dilakukan demi menjaga defisit anggaran. Dalam pembicaraannya, Prabowo mengacu pada upaya penghematan yang diterapkan oleh Pakistan terkait konflik di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pakistan telah menganggap situasi di Timur Tengah sebagai keadaan darurat atau 'critical measures'. "

Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu Covid-19," ungkap Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

Prabowo menjelaskan bahwa Pakistan menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) untuk seluruh kantor pemerintah dan swasta. Selain itu, mereka juga mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu. Di samping itu, Pakistan melakukan pemotongan gaji anggota DPR sebesar 25 persen, dan anggota kabinetnya tidak menerima gaji.

"Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Pakistan memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga 50 persen untuk semua kementerian/lembaga dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak beroperasi setiap saat.

"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," tutup Prabowo.

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah Pakistan telah menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran untuk acara perayaan, serta menerapkan pembelajaran daring untuk pendidikan tinggi. Selain itu, semua sekolah di Pakistan juga ditutup selama dua minggu menjelang Lebaran. Dia menilai langkah penghematan yang diambil oleh Pakistan bisa menjadi contoh bagi Indonesia.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," jelasnya.

Prabowo percaya bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lebih kuat asalkan tetap melakukan penghematan dalam konsumsi.

"Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," tambahnya. Dia juga memerintahkan menteri koordinator untuk membahas langkah-langkah penghematan anggaran.

Beberapa kebijakan seperti bekerja dari rumah (WFH), mengurangi hari kerja, dan efisiensi lainnya dinilai perlu dipertimbangkan untuk diterapkan.

"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," katanya.

Prabowo mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak lengah dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk terkait eskalasi yang terjadi di Timur Tengah. Ia menyatakan, "Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang," pungkas Prabowo.

Menurut Prabowo, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin timbul. Ia menegaskan bahwa meskipun harapan untuk menghindari konflik besar ada, prediksi yang beredar menunjukkan potensi terjadinya perang berkepanjangan di kawasan tersebut.

Rekomendasi