Polri Harap Penerapan e-Tilang di Surabaya Bikin Pengendara Tertib Berlalu Lintas

Kamis, 16 Januari 2020 22:04 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Polri Harap Penerapan e-Tilang di Surabaya Bikin Pengendara Tertib Berlalu Lintas Tri Rismaharini dan Kakorlantas Polri Irjen Istiono. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Korps Lalu Lintas (kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengapresiasi penerapan tilang elektronik atau e-tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Surabaya, Jawa Timur. Dia berharap, Surabaya menjadi contoh kota-kota di Indonesia dalam tertib berlalu lintas.

"Polri bersama pemda telah membuat ELTE guna memenuhi sebagian yang dalam penegakan hukum demi terwujudnya keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ujar Istiono usai meluncurkan tilang elektronik di Mapolda Jawa Timur, Kamis (16/1).

Istiono menuturkan, peluncuran tilang elektronik merupakan semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang penegakan hukum untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

"Saya ucapkan apresiasi yang pertama kepada Kapolda Jawa Timur dan jajaran dan masyarakat yang mendukung kegiatan ETLE dan dilaksanakan pada waktu itu diresmikan pertama di Jakarta dan yang merespons pertama adalah Jawa Timur," tutur dia.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, tilang elektronik merupakan salah satu penerjemahan dari program prioritas Kapolri yang ketiga yaitu penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan serta seiring dengan revolusi industri 4.0.

Kemajuan teknologi dapat digunakan untuk penegakan hukum yang akuntabel di tengah-tengah masyarakat secara konseptual.

"Kebijakan ETLE ini merupakan digitalisasi proses tilang dengan memanfaatkan CCTV yang diharapkan seluruh proses tilang akan lebih efektif dan efisien," kata Istiono.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, secara infrastruktur, Surabaya sudah cukup siap. Ia menyebut, setiap 15 meter jalan, ada kamera CCTV di seluruh Surabaya.

"Kamera kami tiap 15 meter ada kamera kami di seluruh wilayah Surabaya. Kelebihan kamera kami, kamera lalu lintas 400 km per jam sehingga bisa menangkap pengemudi pelanggar," ujarnya.

Dia menegaskan, kamera-kamera yang tersebar itu dapat diintegrasikan dengan Kepolisian. Sehingga, dapat mempermudah mendeteksi berbagai macam hal yang dibutuhkan.

"Didalam mobil bukan hanya wajah gerak gerik sudah bisa dipantau. Itu dihubungkan dengan data kependudukan, misal mobil sewa terpotret sudah terkonek kependudukan seluruh Indonesia," papar Risma. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini