Polres Tala Siagakan Perahu Karet Antisipasi Banjir Tanah Laut, Satu Lansia Meninggal Dunia

Polres Tanah Laut menyiagakan perahu karet untuk evakuasi warga saat terjadi Banjir Tanah Laut, sementara BPBD melaporkan satu lansia meninggal dunia akibat jembatan putus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Tala Siagakan Perahu Karet Antisipasi Banjir Tanah Laut, Satu Lansia Meninggal Dunia
Polres Tanah Laut menyiagakan perahu karet untuk evakuasi warga saat terjadi Banjir Tanah Laut, sementara BPBD melaporkan satu lansia meninggal dunia akibat jembatan putus. (AntaraNews)

Polres Tanah Laut (Tala) jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kini menyiagakan perahu karet sebagai langkah antisipasi darurat. Kesiapsiagaan ini bertujuan utama untuk mengevakuasi warga apabila terjadi bencana banjir di wilayah tersebut, memastikan respons cepat dan efektif. Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, secara tegas memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga penuh menghadapi potensi musibah.

Pemantauan intensif terus dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap situasi banjir yang berpotensi terjadi di berbagai titik rawan di seluruh Kabupaten Tanah Laut. Seluruh Kapolsek diinstruksikan agar selalu siaga dan segera menangani setiap informasi dari warga terkait bencana banjir. Langkah proaktif ini diambil demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat setempat yang tinggal di daerah rentan.

Namun, di tengah upaya kesiapsiagaan ini, insiden tragis telah terjadi di wilayah tersebut. Seorang lansia bernama Sudarto, yang berusia 73 tahun, di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambang Ulang, meninggal dunia. Korban terjatuh setelah jembatan penghubung di dusun tersebut terputus secara mendadak akibat terjangan banjir yang meluap dengan deras. Peristiwa memilukan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, saat kondisi masih gelap.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi banjir di wilayah hukumnya secara cermat dan berkelanjutan. Ia telah memerintahkan seluruh Kapolsek agar selalu siaga penuh, terutama di daerah-daerah yang memiliki riwayat banjir. Instruksi ini berlaku untuk penanganan cepat setiap informasi terkait bencana banjir yang disampaikan oleh warga, demi meminimalkan dampak.

Jajaran Polres Tala juga aktif turun ke lapangan untuk memantau langsung kondisi di daerah-daerah yang rawan banjir di Kabupaten Tanah Laut, termasuk Pelaihari dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan responsif kepolisian. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya lebih awal dan mengambil tindakan mitigasi yang diperlukan sebelum bencana semakin meluas.

AKBP Ricky Boy menegaskan komitmen Polres Tanah Laut untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. "Polres Tanah Laut siap melakukan evakuasi apabila ada masyarakat yang terdampak bencana banjir membutuhkan pertolongan," ucap AKBP Ricky Boy. Kesiapan ini mencakup penyediaan perahu karet dan personel terlatih yang siap diterjunkan kapan saja untuk operasi penyelamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan insiden tragis yang menimpa seorang warga lansia di tengah kondisi banjir. Korban, Sudarto (73), meninggal dunia saat melintasi jembatan penghubung Dusun II-III di Desa Martadah Baru, sebuah wilayah yang kerap terdampak. Jembatan tersebut terputus secara mendadak akibat banjir yang menghantam badan jalan desa dengan derasnya, menyebabkan kerusakan parah.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menjelaskan secara rinci penyebab insiden memilukan tersebut. Curah hujan yang sangat tinggi di desa itu menyebabkan debit air sungai naik drastis dan meluap, mengakibatkan jembatan amblas dan tidak dapat dilalui. "Korban melintasi jalan dan jembatan itu, korban tidak tahu kalau jembatan sudah terputus, suasananya masih gelap saat subuh," ujar Aspi, menggambarkan kondisi saat kejadian.

Aspi menambahkan bahwa korban terjatuh ke bawah jembatan yang amblas dengan kondisi air dalam karena tidak mengetahui jembatan sudah putus dalam kegelapan. BPBD Tanah Laut menerima laporan dari warga pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WITA, segera setelah kejadian. Informasi terakhir menyebutkan korban telah ditemukan dan dievakuasi oleh warga setempat untuk segera disemayamkan, mengakhiri pencarian yang intensif dan penuh keprihatinan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi