Polres Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah proaktif dalam membina generasi muda melalui kegiatan olahraga. Mereka menyelenggarakan lomba lari 100 meter bertajuk Run Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mencegah kenakalan remaja di wilayah setempat, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan positif.
Lomba lari ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu, 14 Maret 2026, hingga Minggu malam, 15 Maret 2026. Babak penyisihan dilaksanakan pada Sabtu, dan babak final pada Minggu malam setelah salat tarawih. Acara ini dipusatkan di jalan raya depan Markas Polres Lombok Tengah, Jalan Basuki Rahmat, Praya, dan menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai kategori usia.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, secara resmi membuka kegiatan Run Ramadhan 2026. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah legal dan positif bagi masyarakat. Lomba ini diharapkan dapat menyalurkan bakat serta energi para remaja ke arah yang konstruktif, menjauhkan mereka dari aktivitas negatif.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan Run Ramadhan ini merupakan salah satu upaya konkret Polres Lombok Tengah dalam memberikan perhatian kepada kegiatan masyarakat yang digemari, khususnya oleh generasi muda. Lomba lari 100 meter ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan karakter. Tujuannya adalah menumbuhkan semangat sportivitas dan disiplin di kalangan peserta.
AKBP Eko Yusmiarto menyatakan bahwa lomba lari ini diharapkan dapat dilaksanakan secara resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kegiatan lomba lari ini bisa dilaksanakan secara resmi dan sesuai ketentuan,” kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto saat membuka kegiatan Run Ramadhan 2026. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh masyarakat di Lombok Tengah secara keseluruhan.
Selain itu, lomba ini juga menjadi bentuk komitmen Polres dalam mencari atlet-atlet berprestasi dari daerah. “Ini salah satu upaya untuk mencari atlet berprestasi di Lombok Tengah,” ujarnya. Dengan adanya wadah resmi seperti ini, potensi-potensi terpendam di kalangan remaja dapat teridentifikasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Lomba lari memang sangat ikonik di tengah masyarakat dan bisa dilakukan di malam bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Polres Lombok Tengah mencoba memberikan ruang legal atau resmi bagi masyarakat, generasi muda, dan para pelajar untuk menyalurkan bakat mereka. Inisiatif ini memberikan alternatif kegiatan positif selama bulan suci Ramadhan.
Kapolres menegaskan bahwa ajang ini bersifat resmi dan akan digelar setiap tahun. “Ajang ini resmi dan digelar setiap tahun. Artinya kegiatan ini bisa dilaksanakan sesuai aturan. Jangan gelar lomba lari secara ilegal,” katanya. Pernyataan ini sekaligus menjadi imbauan agar masyarakat tidak menyelenggarakan lomba lari secara sembarangan atau tanpa izin, demi keamanan dan ketertiban bersama.
Kegiatan ini diikuti oleh 225 peserta, baik pria maupun wanita, yang menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Para peserta diharapkan untuk tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi sportivitas selama lomba. Hal ini penting untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman di Lombok Tengah.
Advertisement
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, para juara dari Run Ramadhan 2026 ini akan mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. “Bagi para juara akan dikirim mengikuti kegiatan di tingkat yang lebih tinggi atau tingkat provinsi,” jelas AKBP Eko Yusmiarto. Ini membuka peluang bagi atlet-atlet muda Lombok Tengah untuk berprestasi di kancah regional dan nasional.
Sumber: AntaraNews