Polres Lingga, Polda Kepulauan Riau, menargetkan pengoperasian lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari pada tahun ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan anak-anak di Lingga.
Dari kelima SPPG yang ditargetkan, satu di Kecamatan Lingga telah rampung 100 persen dan direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2026 mendatang. Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan optimismenya terhadap progres pembangunan ini. Pembangunan SPPG ini telah dimulai sejak tahun 2025, menunjukkan komitmen jangka panjang.
Lokasi kelima dapur SPPG mandiri ini tersebar di berbagai kecamatan, meliputi Singkep, Singkep Pesisir, Singkep Barat, Lingga Utara, dan Lingga. Proyek strategis ini diawasi ketat untuk memastikan kesiapan operasionalnya. Tujuannya adalah untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan SPPG di Lingga
AKBP Pahala Martua Nababan menjelaskan bahwa perkembangan pembangunan dapur SPPG di Lingga menunjukkan kemajuan yang signifikan per 19 Januari 2026. Meskipun satu SPPG di Kecamatan Lingga telah mencapai 100 persen penyelesaian, SPPG lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Hal ini menunjukkan fokus Polres Lingga dalam memantau setiap tahapan proyek.
Lima dapur SPPG Mandiri Yayasan Kemala Bhayangkari yang dibangun oleh Polres Lingga sejak tahun 2025 ini merupakan bagian penting dari program gizi. Selain SPPG di Kecamatan Lingga yang sudah rampung, beberapa SPPG lainnya di Kecamatan Singkep, Singkep Pesisir, Singkep Barat, dan Lingga Utara masih berada pada kisaran 70 persen dan 60 persen penyelesaian.
Secara terpisah, tujuh dapur SPPG yang berlokasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Lingga telah rampung 100 persen. Ini menunjukkan prioritas pada wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. Untuk SPPG di Kecamatan Singkep, saat ini masih dalam proses penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak sekolah terkait.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Pemantauan Berkelanjutan
Polres Lingga terus melakukan pemantauan intensif terhadap progres pembangunan dapur SPPG ini guna memastikan kelancaran dan keberlanjutan program. Wakapolres Lingga, Kompol Darmin, secara langsung turun ke lapangan pada Sabtu (24/1) untuk mengecek lokasi pembangunan. Kunjungan ini dilakukan di beberapa kecamatan, termasuk Singkep, Lingga Utara, dan Lingga.
Pengecekan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, program SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kesiapan operasional menjadi kunci utama keberhasilan inisiatif ini.
Khusus untuk dapur SPPG di Kecamatan Lingga yang sudah 100 persen rampung, tahap selanjutnya adalah menunggu survei lapangan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Survei ini penting sebelum SPPG tersebut dapat dioperasionalkan secara resmi. Sinergi antarlembaga menjadi esensial dalam memastikan standar kualitas gizi terpenuhi.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Program Gizi di Lingga
Program yang diinisiasi oleh Polres Lingga ini sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Lingga dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Lingga sendiri menargetkan total 33 dapur SPPG akan beroperasi di wilayahnya. Target ini menunjukkan skala besar komitmen pemerintah daerah terhadap pemenuhan gizi anak-anak.
Dengan target 33 dapur SPPG, Pemerintah Kabupaten Lingga berencana melayani sebanyak 27.325 anak. Angka ini mencerminkan cakupan program yang luas dan diharapkan dapat menjangkau banyak penerima manfaat. Kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama dalam mencapai tujuan ini.
Meskipun terdapat batasan bahwa satu yayasan hanya dapat menaungi maksimal 10 dapur SPPG, upaya terus dilakukan untuk memaksimalkan cakupan. Total 12 dapur SPPG awalnya ditargetkan, namun disesuaikan menjadi lima SPPG mandiri dan lima SPPG daerah 3T di bawah satu yayasan. Fleksibilitas ini memastikan program tetap berjalan efektif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews