Polres Gowa telah mendirikan posko terpadu bernuansa adat sebagai bagian dari Operasi Ketupat 2026. Posko ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik yang akan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman.
Berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, posko unik ini menarik perhatian Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro saat meninjau kesiapan Operasi Ketupat. Beliau berharap masyarakat dapat menikmati pelayanan prima dari Forkopimda setempat.
Operasi Ketupat 2026 sendiri telah memasuki hari kelima, dengan Kapolda memastikan seluruh Pospam dan Pos Terpadu di jajaran Polda Sulsel siap memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro secara pribadi menyatakan ketertarikannya pada posko terpadu di Gowa ini. Ia berharap posko tersebut tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga pengalaman berkesan bagi pemudik. “Pos ini cukup menarik perhatian saya secara pribadi. Semoga masyarakat bisa menikmati pelayanan dari Forkopimda, dan bagi pengendara bisa mampir untuk sekadar beristirahat sekaligus mengenang suasana khas daerah,” ujarnya.
Kunjungan Kapolda ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang telah berjalan. Beliau meninjau berbagai wilayah, termasuk jalur utara dan selatan, serta posko unik di Gowa ini. Kesiapan seluruh Pospam dan Pos Terpadu di jajaran Polda Sulsel menjadi fokus utama dalam kunjungannya.
Konsep posko ini dirancang untuk memberikan nuansa berbeda dan menghadirkan identitas lokal yang kuat. Hal ini diharapkan mampu menciptakan suasana mudik yang lebih menyenangkan dan berkesan bagi para pemudik yang melintas.
Advertisement
Advertisement
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan bahwa konsep posko terpadu ini mengusung tema Balla Lompoa. Balla Lompoa, yang berarti rumah besar, merupakan ikon budaya Kerajaan Gowa yang sangat kental di Kabupaten Gowa.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan; tujuannya adalah untuk mengangkat kearifan lokal dan budaya yang telah lama melekat di masyarakat Gowa. “Kami ingin mengangkat kearifan lokal dan budaya yang kental di masyarakat,” papar mantan Kasat Reskrim Kota Kediri itu.
Dengan demikian, posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengenalan budaya. Pemudik dapat merasakan langsung kekayaan adat Gowa sembari melepas lelah dalam perjalanan panjang mereka.
Advertisement
Advertisement
Sebanyak 180 personel gabungan telah diturunkan dalam Operasi Ketupat 2026 di Gowa. Mereka tersebar di tiga lokasi strategis, yaitu Pos Pelayanan Malino, Pos Pengamanan Samata, dan Pos Terpadu di depan Pasar Minasa Upa, yang dikenal sebagai titik rawan kemacetan.
Polres Gowa telah mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas pada puncak arus mudik dengan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Selain itu, posko ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas esensial untuk kenyamanan pemudik. Fasilitas tersebut meliputi tempat istirahat yang nyaman, layanan bengkel gratis, fasilitas kesehatan, musala, minuman, serta tempat pengisian daya baterai ponsel bagi pemudik.
Advertisement
Advertisement
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menyukseskan Operasi Ketupat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Kunjungan Kapolda Sulsel ke Gowa menjadi bukti nyata dari kolaborasi erat ini. “Hari ini kita bersama-sama menerima kunjungan Kapolda. Ini menjadi bukti kolaborasi kita bersama Forkopimda untuk menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Kerja sama lintas instansi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pemudik. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, perjalanan mudik Lebaran 2026 di Gowa diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Advertisement
Sumber: AntaraNews