Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, mengambil langkah proaktif dengan menggelar tes urine massal. Tes ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel kepolisian, termasuk jajaran Polsek, bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa pelaksanaan tes urine akan dilakukan secara acak dalam waktu dekat tanpa terkecuali. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polres Cianjur untuk menjaga integritas dan profesionalisme anggotanya.
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan tidak ada personel Polres Cianjur yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba serta berbagai jenis barang haram lainnya. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program pencegahan ini.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Polres Cianjur dalam Pemberantasan Narkoba
Tes urine ini akan melibatkan seluruh personel, mulai dari unsur pimpinan di setiap satuan, jajaran Polsek, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Cianjur. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak guna menjamin objektivitas dan efektivitas program.
Pelaksanaan tes urine massal ini merupakan hasil kerja sama erat antara Polres Cianjur dengan BNNK Cianjur. Selain itu, Dinas Kesehatan Cianjur dan RSU Bhayangkara Cianjur juga turut mendukung kegiatan penting ini.
AKBP Alexander Yurikho Hadi menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya internal untuk menjaga institusi Polri dari bahaya narkoba. Ia berharap seluruh anggota dapat memahami dan mendukung penuh inisiatif pencegahan ini.
Advertisement
Langkah ini sejalan dengan upaya nasional dalam memberantas peredaran narkotika yang semakin masif. Polres Cianjur bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Advertisement
Sanksi Tegas dan Kolaborasi BNNK Cianjur
Apabila dalam pelaksanaan tes urine ditemukan personel yang terbukti positif narkoba, sanksi tegas akan diberlakukan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat bervariasi, mulai dari rehabilitasi hingga pidana.
Kapolres Cianjur menekankan bahwa tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk menjaga disiplin dan nama baik Polri.
Kepala BNNK Cianjur, Affan Eko, menyatakan kesiapannya untuk membantu Polres Cianjur dalam pelaksanaan tes urine ini. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada personel yang menggunakan narkotika jenis apa pun.
Advertisement
BNNK Cianjur juga terus meningkatkan kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya. Hal ini dilakukan untuk mewaspadai peredaran narkotika di berbagai kalangan, termasuk kedinasan dan institusi pemerintahan.
Advertisement
Kewaspadaan Terhadap Narkotika Cair dan Arahan BNN Pusat
Affan Eko menambahkan bahwa peningkatan kolaborasi ini sejalan dengan arahan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. BNN Pusat meminta seluruh jajaran untuk mewaspadai peredaran narkotika cair.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada penyalahgunaan vape yang dicampur dengan narkotika cair. Fenomena ini menjadi tantangan baru dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.
Kolaborasi antara BNNK dan APH di wilayah hukum masing-masing akan terus ditingkatkan sepanjang tahun 2026. Tujuannya adalah untuk mempersempit ruang gerak pengedar dan pengguna narkotika.
Advertisement
Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Dengan demikian, diharapkan lingkungan masyarakat, termasuk institusi pemerintah, dapat terbebas dari ancaman narkotika.
Sumber: AntaraNews