Politisi PDIP dorong polisi selidiki motif di balik kebohongan Ratna Sarumpaet

Komarudin meyakini Ratna memiliki motif merekayasa kebohongan itu. Apalagi Ratna memiliki reputasi baik sebagai pejuang di era orde baru. Sehingga dia yakin Ratna tidak mungkin membuang reputasinya begitu saja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Politisi PDIP dorong polisi selidiki motif di balik kebohongan Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet bantah penganiayaan. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun mengaku sempat membela aktivis Ratna Sarumpaet ketika kabar penganiayaan muncul ke permukaan. Belakangan diketahui bahwa Ratna merekayasa cerita penganiayaan. Dari situ Komarudin meminta agar motif kebohongan Ratna diselidiki. Dia yakin persoalannya tidak berhenti pada kebohongan Ratna.

"Kebetulan saja, saya terlibat dalam membela ibu Ratna karena merasa tersentuh rasa kemanusiaan. Soal dibohongi, saya pikir yang paling penting tidak sampai di sini. Tapi harus ditelusuri apa sebenarnya di balik Ratna Sarumpaet menyampaikan itu," kata Komarudin di Gedung DPR, Jakarta Selatan, Jumat (5/10).

Komarudin meyakini Ratna memiliki motif merekayasa kebohongan itu. Apalagi Ratna memiliki reputasi baik sebagai pejuang di era orde baru. Sehingga dia yakin Ratna tidak mungkin membuang reputasinya begitu saja.

"Itu kan pasti ada motifnya, tidak sekadar bohong, masak menjaga reputasi dari zaman orde baru sampai sekarang hanya dalam waktu seketika bisa seperti itu, saya kira tidak. Ini skenario besar yang menurut saya harus ditelusuri, motifnya itu yang paling penting," ucapnya.

Dia memandang kasus itu menjadi besar karena Ratna Sarumpaet diketahui mendukung salah satu calon di Pilpres 2019. Ditambah kejadian ini muncul menjelang Pilpres. Sehingga kasusnya semakin besar.

"Karena di kelompoknya pak Prabowo, itu yang mungkin membuat jadi rame gitu, karena tahun politik jadi dibesar-besarkan. Jangan kemudian khawatir Indonesia akan bubar cuma karena hoaks seperti itu," tutupnya.

Rekomendasi