Polisi yang Ancam Warga Bergaya Hidup Mewah, Kapolres Banyuasin Cari Tahu Sumber Harta Anak Buahnya

Bripka ED ditangkap polisi karena melakukan pengancaman terhadap warga sudah menjadi tersangka.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Polisi yang Ancam Warga Bergaya Hidup Mewah, Kapolres Banyuasin Cari Tahu Sumber Harta Anak Buahnya
Polisi yang Ancam Warga Bergaya Hidup Mewah, Kapolres Banyuasin Cari Tahu Sumber Harta Anak Buahnya (Merdeka.com)

Selain kasus pengancaman, Bripka ED juga menjadi sorotan publik karena memiliki banyak mobil mewah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bripka ED ditangkap polisi karena melakukan pengancaman terhadap warga usai mobil anaknya bersenggolan dengan mobil korban. Bripka ED ditetapkan tersangka dan kini ditahan di sel khusus Mapolda Sumatera Selatan.

Proses hukum yang menjerat Bripka ED membuatnya dibebaskan tugaskan sementara. Dia adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Muara Padang, Banyuasin, Sumsel.

"Betul, yang bersangkutan sudah dibebastugaskan karena menjalani proses hukum dan etik," ungkap Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra, Rabu (20/12).

Selain kasus pengancaman, Bripka ED juga menjadi sorotan publik karena memiliki banyak mobil mewah.

Terungkap, Bripka ED memiliki dua mobil dengan harga fantastis, yakni Alphard warna putih nomor polisi BG 999 ED yang dikemudikannya saat kejadian dan Fortuner BG 99 ED yang dikemudikan anaknya saat kecelakaan terjadi.

Bripka ED diduga juga memiliki mobil mewah lain. Berdasarkan data Samsat E-Dempo, nomor polisi BG 999 yang terpasang di mobil Alphard tersangka, ternyata adalah nomor polisi yang peruntukannya bagi mobil Pajero.

Ferly mengaku tidak mengetahui pekerjaan sampingan Bripka ED selama ini. Setahu Ferly, Bripka ED sudah bertugas di Polsek Muara Padang sejak ia menjabat Kapolres Banyuasin.

"Saya belum ketahui pasti soal itu (pekerjaan lain Bripka ED)," kata Ferly.

Gaya hidup mewah Bripka ED belum sampai dengan penyelidikan polisi terhadap sumber kekayaannya.

Sejauh ini Propam Polda Sumsel baru memproses penggunaan nomor polisi yang bukan peruntukannya pada mobil tersangka.

"Belum sampai ke sana (audit kekayaan Bripka ED)," kata Ferly.

Rekomendasi