Polisi Ungkap Fakta-Fakta Massa yang Bikin Ricuh 22 Mei di Jakarta

Polisi menyebut massa yang memicu kericuhan mayoritas dari luar Jakarta. Massa membawa bom molotov, batu juga petasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Ungkap Fakta-Fakta Massa yang Bikin Ricuh 22 Mei di Jakarta
Kericuhan Tanah Abang. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Kondisi Jakarta sejak Rabu (22/5) dini hari sempat terjadi kericuhan yang dilakukan sekelompok massa. Mereka melakukan aksi demo di depan kantor Bawaslu. Lalu massa bergerak ke daerah Tanah Abang. Mereka melakukan perlawanan dengan melempari polisi kembang api dan petasan. Kericuhan terjadi.

Polisi terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk meredam aksi massa yang ricuh di beberapa jalan di Jakarta pada 22 Mei. Polisi langsung menyelidiki dalang dan mengungkap beberapa fakta terkait pelaku kericuhan di Jakarta, berikut faktanya:

Kericuhan terjadi pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut massa yang memicu kericuhan mayoritas dari luar Jakarta. Massa membawa bom molotov, batu juga petasan.

"Berbagai data sudah kami dapat dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mayoritas massa dari luar Jakarta. Dari Jawa Barat, Banten, dan dari Jawa Tengah," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Mohammad Iqbal di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Rabu (22/5).

Polisi mengungkap jika massa yang memicu kericuhan pada Rabu (22/5) dini hari merupakan massa bayaran. Hal ini terungkap setelah polisi mengamankan massa dan menyita bukti-bukti seperti amplop dan batu-batu.

"Saya menyampaikan bahwa dari rangkaian tadi bahwa peristiwa dini hari tadi bukan massa spontan, bukan massa spontan bukan peristiwa spontan, tapi peristiwa by design peristiwa settingan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam.

Polri menduga massa melakukan aksi unjuk rasa dan membuat kericuhan di sejumlah titik di Jakarta pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) pagi adalah massa bayaran. Massa itu diduga berasal dari luar Jakarta.

"Dugaan sementara, massa yang datang dari luar Jakarta. Kami juga menemukan beberapa amplop berisi uang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Dari peristiwa kericuhan yang terjadi dini hari tadi, puluhan orang diamankan polisi. Orang-orang itu diduga sebagai provokator aksi.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan kericuhan bukan dilakukan massa yang sebelumnya berdemo di Bawaslu. Kericuhan dilakukan oleh sejumlah massa yang tiba-tiba datang membuat keonaran.

"Dari insiden tersebut, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga provokator dan saat ini sedang kita dalami," katanya.

Rekomendasi