Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tetapkan alumni jadi tersangka tawuran pelajar di Klaten

Polisi tetapkan alumni jadi tersangka tawuran pelajar di Klaten Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Klaten menetapkan RS (20), warga Sleman, Yogyakarta sebagai tersangka kasus penganiayaan pelajar usai konvoi kelulusan sekolah, Selasa (2/5) kemarin. RS terbukti membawa senjata tajam yang digunakan untuk melukai peserta konvoi di wilayah Klaten.

Kapolres Klaten AKBP M Darwis mengatakan, tersangka bukan merupakan siswa yang merayakan kelulusan. Namun, dia alumni salah satu SMA di Sleman yang ikut merayakan kelulusan bersama adik kelasnya dulu. Tersangka dan rombongan menyeberang ke Klaten untuk berkonvoi karena di Sleman ada sweeping yang dilakukan polisi.

"Jadi RS ini sudah lulus sebelumnya. Tapi ia ikut konvoi dan membawa senjata tajam. Kebetulan di wilayah Jogja (Yogyakarta ada sweeping) jadi mereka masuk ke wilayah kita melalui jalur kampung atau jalan alternatif. Di jalan mereka ketemu konvoi pelajar dari wilayah kita, dan terjadilah konflik atau kontak fisik," ujar M Darwis kepada wartawan, Kamis (4/5).

Menurut Darwis, pihaknya telah memeriksa 136 orang yang sebagian merupakan pelajar yang terjaring sweeping saat konvoi. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya harus menjalani wajib lapor dan 1 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Satu tersangka kita tahan, dan akan terus kita kembangkan untuk mencari fakta dan tersangka baru. 15 Kita wajibkan untuk melapor dan sisanya dibebaskan," jelasnya.

Kapolres menambahkan, jumlah korban dalam tawuran tersebut sebanyak 8 orang yang sebagian besar merupakan pelajar. Dari jumlah tersebut 5 mengalami luka ringan dan 3 lainnya luka cukup serius. Ia juga membantah jika terdapat korban meninggal seperti ramai di media sosial.

"Semua korban rawat jalan, kami akan mencari ke titik lainnya kalau ternyata masih ada korban yang belum melapor," ucapnya.

Guna mencari tersangka lainnya, polisi juga memeriksa intensif sejumlah pelajar dari luar kota. Kapolres juga mengimbau orang tua dan pelajar yang menjadi korban agar tidak takut untuk melapor ke polisi.

"Tersangka ini kelompok dari Jogja, ada yang alumnus, ada yang baru lulus dan adik kelas. Inisiatornya masih kita dalami," tandasnya.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP