Polisi Sebut Penemuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di OKI Hoaks

Selasa, 8 Oktober 2019 17:05 Reporter : Irwanto
Polisi Sebut Penemuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di OKI Hoaks Warga Buru Harta Karun Sriwijaya di OKI. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Penemuan harta karun yang disinyalir peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tengah ramai dibicarakan masyarakat umum. Namun, kepolisian setempat menyebut penemuan itu adalah kabar bohong atau hoaks.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, kesimpulan hoaks tersebut berdasarkan hasil investigasi Polres OKI yang dipimpin langsung Kapolres OKI AKBP Donny Eka Syaputra ke Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal yang menjadi lokasi penemuan. Petugas tidak menemukan barang-barang yang disebut sebagai harta karun.

"Kami pastikan penemuan harta karun itu bohong atau hoaks, kita sudah lakukan investigasi di TKP," ungkap Supriadi, Selasa (8/10).

Dijelaskannya, polisi tidak mendapati lokasi dipenuhi para pemburu harta karun seperti yang diberitakan. Hanya beberapa orang saja yang sedang melakukan pencarian dengan alat seadanya.

"Hanya empat orang saja yang ada di lokasi, sudah delapan hari, itupun mereka tidak menemukan apa-apa," ujarnya.

Selain itu, kata dia, polisi juga tidak menemukan barang-barang hasil perburuan di lokasi. Sejumlah warga yang disebut-sebut menyimpan harta karun didatangi tetapi tidak ada barang yang dimaksud.

"Tidak ada barang-barang harta karun itu, katanya emas atau lainnya, tidak ada itu," kata dia

Diketahui, warga Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal, Kabupaten OKI, berbondong-bondong berburu harta karun di lahan gambut bekas terbakar. Kejadian itu telah berlangsung sejak 15 tahun lalu. Barang yang ditemukan seperti lempengan berbahan emas, perunggu, dan barang-barang lain, termasuk perhiasan yang disinyalir peninggalan Kerajaan Sriwijaya. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini