Polisi Ringkus WNA Bulgaria Pelaku Skimming di Bali

Rabu, 10 Juli 2019 09:31 Reporter : Moh. Kadafi
Polisi Ringkus WNA Bulgaria Pelaku Skimming di Bali Polisi Ringkus WNA Bulgaria Pelaku Skimming di Bali. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria bernama Krasimir Stoykov. Dia diamankan lantaran diduga melakukan kasus kejahatan skimming di Bali.

"Modusnya, pelaku ini memasang alat skimming berupa ruter dilengkapi dengan flashdisk dan hidden camera untuk mengambil data," kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Rabu (10/7).

Penangkapan tersebut dilakukan di ATM Bank Mandiri yang bertempat di Jalan Kunti, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (9/7) kemarin, pukul 06.00 Wita.

Kronologisnya, berawal dari informasi dari pihak Bank Mandiri bahwa telah terpasang alat skimming berupa ruter lengkap dengan flashdisk dan kamera tersembunyi yang terpasang di mesin ATM Bank Mandiri.

Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut, anggota Resmob Polda Bali bersama dengan tim dari Bank Mandiri melakukan pemantauan di ATM tersebut.

Kemudian, pada pukul 05.47 Wita pelaku datang dengan mengendarai motor dengan Nomor Polisi (Nopol) DK 3845 OM. Pelaku masuk ke ATM dan terlihat pada CCTV pengintai yang telah terpasang dalam ATM tersebut.

"Terlihat pelaku membuka hidden camera yang terpasang pada pin cover ATM tersebut. Setelah, pelaku keluar dari ATM selanjutnya team Resmob dan team Mandiri mengamankan pelaku," jelas Andi.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah alat bukti berupa 1 buah ruter lengkap dengan flashdisk, 1 buah hidden camera, 26 buah kartu putih, 1 buah capi untuk mencongkel alat, 1 buah passport atas Krasimir Stoykov, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah kartu black sea casino, 1 buah kartu telkomsel, 1 buah memory card, 2 buah helm, dan 1 buah jaket hitam.

"Serta uang tunai berjumlah Rp 2.990.000 dan satu buah kartu international discount card," tutup Andi.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menjelaskan, kasus skimming bukan hanya terjadi di Bali tapi di belahan dunia juga banyak terjadi kasus skimming tersebut.

"Ini terjadi karena organisasi crime yang berasal dari eastern europe (Eropa Timur) itu banyak yang datang (Bali)," katanya di Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Bali.

"Tetapi kalau pun itu terjadi di Bali, kita bisa ungkap. Ini barusan kita ungkap juga dari Bulgaria," sambung Petrus.

Dia menjelaskan, kasus skimming memang saat ini menimpa dunia. Hal tersebut, terjadi karena adanya mesin ATM yang mengundang para pelaku kejahatan untuk mengambil uang secara cash.

"Jadi memang ini menimpa dunia dengan adanya auto teller mesin ATM yang di dalamnya ada cash atau money. Itu mengundang orang untuk peluang mencari uang untuk mengambil cash," jelasnya.

"Ini bukan hanya terjadi di Bali, tapi yang banyak mengungkapkan kasus-kasus ini itu di Bali. Dari jajaran saya, Direktorat Reserse Kriminal Umum," tutup Petrus. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini