Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Korban Penyerangan di Lamongan Membaik, tapi Belum Bisa Melihat Jelas

Polisi Korban Penyerangan di Lamongan Membaik, tapi Belum Bisa Melihat Jelas Ilustrasi lokasi penyerangan polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi Bripka Andreas, korban penyerangan di Lamongan, Jawa Timur, semakin membaik. Mata sebelah kanannya yang terluka akibat diketapel menggunakan kelereng oleh pelaku sudah selesai dioperasi.

Meski demikian, Bripka Andreas mengaku matanya belum begitu jelas jika digunakan untuk melihat. "Kemarin sudah buka jahitan. Sekarang masih belum begitu jelas jika dipakai untuk melihat," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/11).

Saat ini, Bripka Andreas sedang menjalani perawatan pada kornea matanya. Meski hanya bola matanya yang terluka dan tidak mengenai kornea matanya, dokter tetap menyarankan untuk melakukan perawatan.

"Tinggal nyeri-nyeri saja. Hari ini rencananya mau cek kornea. Saya mohon doanya," katanya ditemani sang istri, Maya Puspitasari (30).

Sementara itu, untuk penglihatan mata kanannya tersebut, Andreas mengaku jika masih gelap. Namun untuk melihat cahaya sudah sedikit terlihat.

Sebelumnya, Selasa (20/11/2018) dini hari, dua orang pelaku melakukan penyerangan ke pos polisi di dekat Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jawa Timur.

Dua pelaku berinisial ER bersama MSA melakukan perusakan kaca pos polisi di WBL dengan cara melempar batu. Bripka Andreas kemudian mengejar pelaku hingga di Pasar Blimbing, Kecamatan Paciran. Salah satu pelaku berinisial ER malah mengadang Bripka Andreas.

Pelaku menembakkan kelereng dengan ketapel dan mengenai mata kanan Bripka Andreas. Meski terluka, Bripka Andreas masih mengejar dan berusaha menangkap pelaku penyerangan dengan cara menabrakkan motornya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP