Polisi etnis Tionghoa masih langka, ini kata Kapolri
Merdeka.com - Di era Presiden Gus Dur, warga keturunan Tionghoa telah dibuka kesempatan seluas-luasnya untuk ikut ambil bagian dalam pemerintahan, termasuk menjadi anggota polisi.
Tetapi kenyataanya amat jarang warga keturunan yang masuk ke dalam Korps Bhayangkara. Brigadir Chang Mei Zhiang alias Yolla Bernada menjadi satu dari yang sedikit itu.
Fenomena ini ditanggapi tegas oleh Kapolri Jenderal Sutarman. Mantan Kabareskrim ini mengatakan kini Polri telah memberi ruang seluas-luasnya untuk keturunan Tionghoa menjadi polisi.
"Semua warga negara boleh masuk Polri, tidak membedakan etnis," kata Sutarman dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Jumat (31/1).
Kapolri lagi-lagi menegaskan bahwa Polri tidak memungut biaya pada siapa pun yang ingin menjadi polisi.
"Harus memenuhi syarat administrasi dan test, tidak dipungut biaya," tutup dia. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya