Polisi dan Kemenhub Kian Gencar Sosialisasi Kanalisasi Jalur Puncak

Sabtu, 12 Oktober 2019 21:37 Reporter : Rasyid Ali
Polisi dan Kemenhub Kian Gencar Sosialisasi Kanalisasi Jalur Puncak Sosialisasi Sat Lantas Polres Bogor di Jalan Raya Puncak. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Polres Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, mensosialisasikan penerapan sistem 2-1 (kanalisasi) di Jalan Raya Puncak, Bogor, langsung kepada pengguna kendaraan dengan membagikan brosur mengenai sistem anyar ini, Sabtu (12/10/2019).

Dalam sosialisasi ini, Kapolres Bogor AKBP M Joni mengimbau pengendara yang hendak ke Puncak, jangan terpaku untuk tiba pada pagi hari pada 27 Oktober atau saat kanalisasi diujicobakan.

"Tidak perlu pagi hari. Karena setiap saat ada jalur naik dan turunnya. Hanya berbeda penggunaan lajur saja. Kalau pagi hari, dipastikan dua lajur digunakan untuk naik dan satu turun. Kemudian sore hari sebaliknya," kata Joni.

Dia juga menjelaskan, jika sistem rekayasa lalu lintas ini berjalan efektif. Maka ke depan akan menjadi permanen menggantikan sistem buka tutup yang selama ini diterapkan di Jalan Raya Puncak.

"Makanya kan nanti dievaluasi. Dibicarakan lagi. Kalau pun nantinya kendaraan terlalu padat dan tidak bisa bergerak kita akan terapkan kembali sistem one way, agar kemacetan terurai," kata dia.

Macet Tidak Hilang

Uji coba kanalisasi, akan diberlakukan hanya akhir pekan, yakni 27 Oktober dan 3 November 2019. Bukan untuk mengurai kemacetan, tapi untuk memberi aksesibilitas lebih kepada masyarakat sekitar, yang selama ini terganggu.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengungkapkan, pada prinsipnya sistem 2-1 merupakan opsi jalan keluar terhadap keluhan masyarakat setempat yang selama ini terganggu aktifitas karena sistem buka tutup di Jalur Puncak.

"Kebijakan rekayasa lalu-lintas sistem 2-1 ini dirumuskan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat sekitar Puncak yang kemudian setelah dilakukan kajian dan simulasi pantas untuk diujicobakan," jelasnya.

Menurut Bambang Prihartono Sistem 2-1 ini merupakan salah satu langkah jangka pendek penataan transportasi di jalur puncak. Keberhasilan implementasi dari rekayasa lalu-lintas ini sangat tergantung pada partisipasi publik dan semua pihak.

Selanjutnya Bambang Prihartono juga mengatakan bahwa masyarakat di luar Kawasan Puncak yang menikmati liburan di Puncak dengan kendaraan pribadi, harus menerima dan memahami jika pada waktu pelaksanaan uji coba sistem 2-1 nanti laju kendaraan mereka tetap menemui antrean panjang.

"Saat ini daya dukung jalan di kawasan Puncak telah melampaui kapasitas, menurut data dari Pemkab Bogor, setiap akhir pekan setidaknya terdapat 19 ribu kendaraan berada maupun melintas di Jalur Puncak. Dengan kendaraan sejumlah itu, manajemen rekayasa lalu lintas apapun yang diupayakan tidak akan sepenuhnya menghilangkan kemacetan," jelas Bambang.

Salah satu pengendara mobil yang hendak berwisata ke kawasan Gunung Mas, Suryadi (44) merasa, dengan sistem anyar ini, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk ke sejumlah lokasi wisata, akan semakin lama.

"Kayak ke Taman Safari, sudah one way saja butuh sekitar 3 jam dari keluar Tol Ciawi. Apalagi ini cuma dua lajur. Pasti lebih lama sampainya," kata warga Kecamatan Sukaraja ini. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Jalur Puncak
  2. Kemacetan
  3. Bogor
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini