Advertisement
Polda Sumsel Catat Peningkatan Kepatuhan Berlalu Lintas Masyarakat, Angka Pelanggaran Turun Signifikan
Kepala Polda Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, mengumumkan adanya peningkatan kepatuhan berlalu lintas di wilayahnya. Hal ini terlihat dari penurunan signifikan angka pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan pelanggaran tersebut mencapai 21,74 persen, dari 202 ribu pelanggar pada 2024 menjadi sekitar 158 ribu pelanggar pada 2025. Data ini menunjukkan efektivitas upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian daerah setempat dalam meningkatkan kesadaran publik.
Peningkatan kepatuhan ini terjadi berkat program edukasi dan sosialisasi tertib berlalu lintas yang digalakkan secara masif oleh Polda Sumsel. Pihak kepolisian terus berupaya menekan angka pelanggaran serta kasus kecelakaan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Advertisement
Advertisement
Penurunan Angka Pelanggaran Lalu Lintas yang Signifikan
Data terbaru dari Polda Sumatera Selatan menunjukkan tren positif dalam kepatuhan berlalu lintas masyarakat. Sepanjang tahun 2025, tercatat penurunan angka pelanggaran lalu lintas yang cukup signifikan, mencapai 21,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyatakan bahwa pada tahun 2024, jumlah pelanggar lalu lintas mencapai 202 ribu orang. Namun, angka ini berhasil ditekan menjadi sekitar 158 ribu pelanggar pada tahun 2025.
Penurunan ini merupakan indikator kuat bahwa program-program sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh Polda Sumsel mulai membuahkan hasil. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.
Advertisement
Advertisement
Strategi Edukasi dan Sosialisasi untuk Kepatuhan Berkelanjutan
Untuk terus menekan angka pelanggaran dan meningkatkan kepatuhan berlalu lintas, Polda Sumsel menggalakkan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi. Upaya ini mencakup pendekatan dari usia dini hingga masyarakat umum.
Kegiatan 'polisi sahabat anak' dilaksanakan di sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini. Selain itu, pembinaan tertib berlalu lintas juga diberikan kepada pelajar SD hingga SMA, serta mahasiswa melalui kunjungan ke kampus-kampus perguruan tinggi negeri dan swasta.
Polda Sumsel juga aktif menyebarkan pesan-pesan tertib berlalu lintas melalui berbagai saluran media. Sosialisasi dilakukan melalui media massa, media sosial, dan pemasangan spanduk di lokasi-lokasi strategis yang ramai dilalui masyarakat, memastikan informasi mudah diakses oleh semua kalangan.
Advertisement
Advertisement
Upaya Menekan Kecelakaan dan Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Meskipun angka pelanggaran lalu lintas menunjukkan penurunan, kasus kecelakaan di Sumatera Selatan pada tahun 2025 masih tergolong tinggi. Tercatat 2.736 kasus kecelakaan dengan 671 korban meninggal dunia.
Angka ini menjadi perhatian serius bagi Polda Sumsel, yang bertekad untuk tidak hanya menekan pelanggaran tetapi juga mengurangi fatalitas akibat kecelakaan. Peningkatan kepatuhan berlalu lintas diharapkan dapat berkorelasi positif dengan penurunan angka kecelakaan.
Melalui berbagai upaya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, Irjen Pol Andi Rian Djajadi berharap masyarakat semakin memahami risiko dan konsekuensi dari pelanggaran lalu lintas. Kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi seluruh warga Sumatera Selatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews