Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Satuan Brimobnya bergerak cepat menyalurkan bantuan dan melakukan evakuasi. Mereka membantu warga yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Donggala dan Kota Palu.
Komandan Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulteng Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre memimpin operasi ini. Personel SAR Brimob diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan.
Kejadian banjir terjadi pada Minggu (11/1) siang, dengan laporan luapan air yang segera diterima. Bantuan dan penanganan langsung dilakukan pada hari yang sama untuk meringankan beban masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Komandan Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulteng Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre segera menginstruksikan tim SAR untuk bergerak. Laporan adanya luapan air di wilayah Wani dan Pantoloan ditanggapi dengan cepat dan serius. Seluruh personel Brimob kini disiagakan penuh untuk menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di provinsi tersebut.
Tim SAR Brimob diterjunkan ke lokasi terdampak dengan membawa peralatan lengkap yang dibutuhkan untuk penanganan bencana banjir. Mereka aktif membantu warga mengangkat dan mengamankan barang-barang berharga dari dalam rumah. Selain itu, upaya pembersihan rumah dari material lumpur sisa luapan air pascabanjir juga menjadi fokus utama.
Kegiatan penanganan bencana ini dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel Brimob dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan kondisi lingkungan dan infrastruktur yang rusak. Normalisasi aktivitas masyarakat pascabencana menjadi prioritas utama agar kehidupan dapat segera kembali berjalan.
Advertisement
Advertisement
Banjir yang melanda Sulawesi Tengah telah merendam empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Desa-desa yang terdampak parah meliputi Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, seperti yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng. Kejadian ini menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi warga.
Dampak signifikan dari bencana alam ini termasuk hanyutnya tiga unit rumah warga di Desa Wani akibat derasnya arus banjir. Selain itu, satu jembatan vital yang menjadi penghubung antara Desa Wani 3 dan Desa Labuan Kungguma juga terputus total. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi terhambat dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Hingga saat ini, personel Brimob masih terus disiagakan di lokasi terdampak untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan lanjutan. Mereka aktif membantu warga dalam proses pembersihan sisa-sisa banjir dan lumpur. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat menunjukkan wujud nyata dari semboyan "Bakti Brimob untuk Masyarakat" dalam setiap kondisi.
Advertisement
Polda Sulteng berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini. Bantuan fisik dan moral di lapangan sangat penting untuk meringankan beban mereka yang kehilangan banyak. Proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif dengan dukungan berkelanjutan dari aparat keamanan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews