Polda Jambi Perkuat Pengawasan Stok Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H

Polda Jambi Jaga Stok Pangan dan harga kebutuhan pokok dengan intensif menjelang Idul Fitri 1447 H, bersinergi dengan Pemprov Jambi dan TPID untuk stabilitas wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Jambi Perkuat Pengawasan Stok Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H
Polda Jambi Jaga Stok Pangan dan harga kebutuhan pokok dengan intensif menjelang Idul Fitri 1447 H, bersinergi dengan Pemprov Jambi dan TPID untuk stabilitas wilayah. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Jambi secara proaktif memperkuat pengawasan terhadap pasokan dan ketersediaan stok pangan di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar, menegaskan komitmen Polda Jambi dalam menjaga stabilitas pangan. Pengawasan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat kabupaten/kota.

Kegiatan koordinasi dan sinergi ini telah melibatkan Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pasar yang kondusif dan mencegah gejolak harga yang merugikan masyarakat.

Polda Jambi telah mengintensifkan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Kolaborasi ini bertujuan untuk memantau secara ketat pergerakan harga dan ketersediaan bahan pangan strategis.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Jambi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen. Angka ini menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muaro Bungo dengan 5,04 persen, sementara Kota Jambi mencatat inflasi terendah sebesar 3,09 persen dengan IHK 109,30. Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh sembilan kelompok pengeluaran utama.

Kelompok-kelompok tersebut meliputi makanan, minuman, dan tembakau; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; transportasi; hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya. Pentingnya sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi, terutama saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan, Kapolda Jambi mendorong pembinaan tata niaga. Hal ini termasuk pembentukan asosiasi distribusi dan pedagang, serta pelaksanaan rapat rutin pengendalian inflasi di tingkat kabupaten/kota.

Polda Jambi menegaskan komitmen penuh dalam mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas pasokan pangan di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Sinergi dengan TPID dan instansi terkait menjadi prioritas utama.

Kapolda Jambi menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan pengawasan distribusi bahan pokok secara menyeluruh. Upaya ini juga mencakup pencegahan praktik penimbunan dan memastikan kelancaran arus barang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Selain itu, patroli dan monitoring pasar tradisional akan diintensifkan guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar. Langkah preventif dan represif akan diterapkan secara terukur jika ditemukan pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi