PJSI Apresiasi Judoka Indonesia di Kejuaraan Asia: Meski Hanya Raih 1 Perunggu, Tetap Tambah Poin Dunia!

Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) mengapresiasi penampilan judoka Indonesia di Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025, meskipun hanya meraih satu perunggu, mereka tetap mendapatkan poin penting untuk peringkat dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PJSI Apresiasi Judoka Indonesia di Kejuaraan Asia: Meski Hanya Raih 1 Perunggu, Tetap Tambah Poin Dunia!
Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) mengapresiasi penampilan judoka Indonesia di Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025, meskipun hanya meraih satu perunggu, mereka tetap mendapatkan poin penting untuk peringkat dunia. (Merdeka.com)

Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) memberikan apresiasi tinggi terhadap performa para judoka Indonesia yang berlaga di ajang Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025. Kejuaraan bergengsi ini diselenggarakan di Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Sabtu (13/9).

Meskipun kontingen judo Indonesia hanya berhasil membawa pulang satu medali perunggu, semangat dan perjuangan para atlet patut diacungi jempol. Capaian ini menjadi sorotan utama mengingat ketatnya persaingan di level Asia.

Sekretaris PJSI, Regina Lefrandt Vega, menyatakan bahwa partisipasi dan raihan medali tersebut tetap penting. Pasalnya, keikutsertaan dalam kejuaraan ini memberikan tambahan poin signifikan untuk peringkat dunia para atlet, terlepas dari jumlah medali yang diperoleh.

Perunggu Tunggal dan Tantangan Kejuaraan Asia bagi Judoka Indonesia

Satu-satunya medali perunggu bagi judoka Indonesia berhasil disumbangkan oleh Nahella Nadzwa Sabilla. Ia tampil memukau di kategori cadet (usia 15-17 tahun) kelas -44 kg putri, menunjukkan potensi besar di kancah internasional.

Regina Lefrandt Vega menjelaskan bahwa kompetisi di kejuaraan judo Asia memang jauh lebih berat dibandingkan turnamen terbuka lainnya. Hal ini dikarenakan kehadiran negara-negara adidaya judo seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan yang mendominasi.

“Kalau kejuaraan Asia ini memang berat ya lawannya, karena ada negara-negara unggulan seperti Jepang, Korea, Uzbekistan,” ujar Regina. Ia juga menambahkan bahwa pada kompetisi kategori cadet sebelumnya di Amman, Yordania, tim judo Indonesia berhasil meraih satu emas dan tiga perak dari empat atlet yang dikirim.

Poin Peringkat Dunia dan Perjuangan Atlet Judo Indonesia

Meskipun medali yang diraih terbatas, para atlet judo Indonesia yang berlaga di kejuaraan ini tetap memperoleh keuntungan. Mereka mendapatkan tambahan poin penting untuk meningkatkan peringkat dunia masing-masing.

Regina menegaskan, “Atlet yang turun tetap dapat poin kalau dia masuk lima besar.” Poin ini diberikan kepada atlet yang berhasil melaju hingga babak final dalam pertandingan perebutan medali, menunjukkan konsistensi performa di level tertinggi.

Pada hari kedua penyelenggaraan, seorang judoka Indonesia, Sashenka Fatimah, berhasil menembus babak final perebutan perunggu. Namun, ia harus mengakui keunggulan lawannya dari Uzbekistan. Sementara itu, di kategori junior (usia 18-20 tahun), belum ada atlet Indonesia yang berhasil mencapai babak perebutan medali. Ajang ini akan berlanjut pada Minggu (14/9), mempertandingkan berbagai kelas berat di kategori junior.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi