Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Papua Tengah, telah menetapkan 92 titik lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Keputusan ini diambil untuk memfasilitasi umat Muslim dalam menjalankan ibadah shalat Id dengan nyaman dan teratur di seluruh wilayah Mimika.
Ketua PHBI Mimika, Joko Prianto, menyampaikan bahwa lokasi-lokasi tersebut tersebar luas, meliputi area perkotaan Timika, wilayah pesisir pantai, Kuala Kencana, hingga Distrik Tembagapura. Persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah tersebut.
Meskipun tanggal pasti pelaksanaan shalat Idul Fitri masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah, PHBI Mimika telah merujuk pada tanggal 21 Maret sebagai perkiraan awal. Namun, kesiapan juga telah diantisipasi jika ada perubahan jadwal menjadi lebih awal.
Advertisement
Advertisement
Sebaran dan Jenis Lokasi Shalat Idul Fitri Mimika
Dari total 92 lokasi yang ditetapkan, empat di antaranya merupakan lapangan terbuka yang akan menjadi pusat pelaksanaan shalat Idul Fitri, sementara 87 lokasi lainnya berada di masjid-masjid yang tersebar di Mimika. Sebaran ini menunjukkan upaya PHBI Mimika untuk menjangkau seluruh jamaah di berbagai pelosok.
Empat lapangan utama yang akan digunakan meliputi halaman gedung Eme Neme Yauware Timika, Lapangan Pasar Sentral Timika, kompleks sekolah Muhammadiyah Timika, dan lapangan sepak bola Tembagapura. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kapasitas dan aksesibilitas bagi masyarakat.
Penyebaran lokasi yang luas ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh umat Muslim di Mimika, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil seperti pesisir pantai dan Tembagapura. Hal ini menunjukkan komitmen PHBI dalam melayani kebutuhan ibadah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Pelaksanaan dan Penentuan Tanggal Idul Fitri
Pelaksanaan shalat Idul Fitri secara umum masih menantikan keputusan resmi pemerintah setelah sidang isbat yang akan diselenggarakan. PHBI Mimika telah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk jika ada perubahan tanggal pelaksanaan.
Joko Prianto menambahkan bahwa pihaknya saat ini merujuk pada tanggal 21 Maret sebagai perkiraan pelaksanaan shalat Id. Namun, PHBI Mimika juga telah siap jika terdapat perubahan jadwal, misalnya dimajukan ke tanggal 20 Maret.
Khusus untuk jamaah Muhammadiyah, telah ada keputusan untuk melaksanakan shalat Id pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini menjadi perhatian dalam koordinasi pelaksanaan di lapangan.
Advertisement
Berbagai persiapan teknis telah dilakukan oleh PHBI Mimika, termasuk penyediaan panggung dan pengeras suara di lokasi-lokasi utama. Imam dan khatib juga telah disiapkan di masing-masing titik pelaksanaan shalat Id, mayoritas berasal dari Mimika sendiri. Koordinasi pengamanan dengan pihak kepolisian juga sudah dilakukan, tinggal menunggu hari pelaksanaannya tiba.
Sumber: AntaraNews