Peternak di Lebak takut ular kobra berbisa tinggi merajalela
Merdeka.com - Populasi ular sinduk atau ular cobra di Kabupaten Lebak, Banten, meresahkan peternak ayam kampung. Banyak ternak mati setelah disembur racun berbisa ular itu.
"Selama sepekan terakhir ini banyak ayam kampung mati disembur bisa ular sinduk itu," kata Epi (45) warga Cikatapis Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Minggu (7/5). Demikian dikutip Antara.
Selama ini, banyak ular berkeliaran menyerang peternakan ayam milik masyarakat. Mereka mendatangi kandang peternakan ayam pada malam hingga dini hari.
Apalagi, saat ini curah hujan cukup tinggi sehingga populasi ular berbisa keluar dari lubang atau sarang. Kemungkinan ular cobra kelaparan setelah kawasan hutan di daerah itu sudah menjadi perkebunan ladang.
Saat ini, dirinya tidak berani membunuh atau mengusir ular karena berisiko tinggi terkena semburan bisa beracun ular itu. Ular cobra itu mengeluarkan semburan racun hingga satu meter.
"Kami tidak bisa berbuat banyak untuk pencegahan ular sinduk itu," katanya menjelaskan.
Diperkirakan populasi ular sinduk di daerah itu jumlahnya banyak sehingga pada malam berkeliaran. Epi mengaku memiliki peternakan ayam kampung dan itik manila untuk dikonsumsi juga menjadikan sumber tabungan.
Biasanya, ternak itu dijual memasuki Ramadhan dan Idul Fitri karena harga cukup lumayan. Namun, kini peternakan ayam miliknya terus menyusut akibat semburan ular sinduk itu.
"Kami berharap Dinas Peternakan setempat bisa menyalurkan bantuan ternak itu," katanya.
Dia mengatakan, dirinya belum lama ini menerima laporan warga sekitar 15 ekor anak ayam mati disembur racun bisa ular sinduk. Saat ini, populasi ular berbisa itu tentu cukup meresahkan peternak warga karena sangat merugikan.
"Semua ternak ayam yang disembur ular itu mati terkena semburan racun ular sinduk," katanya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya