Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesan terakhir Kharis Suhud sebelum berpulang

Pesan terakhir Kharis Suhud sebelum berpulang Kharis Suhud. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari Santoso, putra kedua mantan Ketua MPR/DPR periode 1987-1992 Letnan Jenderal (Purn) Mohammad Kharis Suhud tidak bisa menahan kesedihan sepeninggalan ayahnya. Masih teringat jelas dalam ingatannya, pesan sang ayah sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Pesan terakhir ke keluarga, bapak minta keluarga hidup rukun," ujar Hari kepada merdeka.com di rumah duka Jalan Pati Unus 14, Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Meski berat, keluarga merelakan kepergian alhmarhum yang memang sudah mengalami sakit sejak lama. Almarhum meninggal karena sakit komplikasi jantung. Beliau sakit sejak Maret 2012 dan sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Pusat.

"Dirawat di RSPP 1 bulan. Bapak meninggal pukul 00.30 WIB dini hari tadi di RSPP," jelas Hari. Mantan ketua fraksi ABRI periode 1982-1987 ini pergi meninggalkan 4 orang anak dan 8 orang cucu. Istri Kharis Suhud sudah berpulang lebih dulu pada 2005 silam.

Kharis Suhud lahir di Madiun, Jawa Timur, 10 April 1925. Dia adalah tokoh militer dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai ketua MPR/DPR pada masa Orde Baru, dari tahun 1987 hingga 1992. Sebelumnya, pada 1982 hingga 1987 ia memimpin Fraksi ABRI. Pada tahun 1975—1978, ia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand. (mdk/oer)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP