Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang melibatkan peran aktif berbagai elemen masyarakat. Program ini dirancang untuk menciptakan ketahanan desa dari ancaman narkoba.
Sejak tahun 2021, program IBM telah menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini penyalahgunaan narkoba di tingkat desa dan kelurahan. Hingga tahun 2026, tercatat 12 desa telah aktif terlibat dalam inisiatif penting ini. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Sherly Meidya Ova, Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Jambi, menjelaskan bahwa setiap unit IBM beranggotakan lima orang yang bertugas melakukan pencegahan dini serta memberikan edukasi kepada warga. Program ini merupakan turunan langsung dari instruksi BNN pusat.
Advertisement
Advertisement
Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) merupakan strategi vital BNNP Jambi untuk membendung laju penyebaran narkoba dari hulu. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam karang taruna, program ini menciptakan lingkungan yang lebih sadar akan bahaya narkoba. Setiap unit IBM diharapkan menjadi agen perubahan di komunitasnya.
Keduabelas desa yang terlibat dalam Program Rehabilitasi BNNP Jambi ini telah menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan preventif dan edukatif. Hal ini sejalan dengan visi BNNP Jambi untuk membangun desa yang bersih dari narkoba.
Anggota unit IBM memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi potensi masalah narkoba di lingkungan mereka. Mereka juga bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dan BNNP Jambi. Dengan demikian, informasi dan bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan efektif.
Advertisement
Advertisement
Selain program pencegahan, BNNP Jambi juga fokus pada aspek rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Pada tahun ini, BNNP Jambi menerima alokasi anggaran untuk rehabilitasi 50 pecandu. Namun, Sherly Meidya Ova menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengakomodasi seluruh pengajuan rehabilitasi masyarakat, bahkan jika melampaui kuota anggaran yang tersedia.
Komitmen ini memastikan bahwa setiap individu yang membutuhkan pemulihan tetap mendapatkan layanan yang diperlukan. Sepanjang tahun 2025, BNNP Jambi telah melayani 150 peserta rehabilitasi. Angka ini terdiri dari 132 laki-laki dan 18 perempuan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang dirujuk ke rumah sakit di luar daerah karena keterbatasan fasilitas di Jambi. Sementara itu, sisanya menjalani pemulihan di BNNK Batang Hari, Kota Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Kondisi ini menyoroti kebutuhan akan fasilitas rehabilitasi yang lebih memadai di Jambi.
Advertisement
Menjawab tantangan tersebut, BNNP Jambi kini tengah mengusulkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Rehabilitasi di wilayah setempat. Fasilitas ini bertujuan untuk memudahkan jangkauan layanan pengobatan. Dengan adanya UPT, masyarakat Jambi tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan rehabilitasi.
Sherly juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Jambi. "Jadi, masyarakat jangan takut melapor karena ini bukan aib dan tidak dipidana. Semua layanan gratis," tegasnya. Pesan ini diharapkan dapat menghilangkan stigma dan mendorong lebih banyak pecandu untuk mencari bantuan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement