Perjuangan Holifatul Jannah, Anak Petani Sederhana yang Mampu Kejar Mimpi Jadi Sarjana

Holifa ikut wisuda bersama sekitar 800 orang lain dari program doktor, magister, sarjana, sarjana terapan, dan diploma berbagai fakultas.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Perjuangan Holifatul Jannah, Anak Petani Sederhana yang Mampu Kejar Mimpi Jadi Sarjana
Perjuangan Holifatul Jannah, Anak Petani Sederhana yang Mampu Kejar Mimpi Jadi Sarjana (Merdeka.com)

"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan bersama bintang-bintang". Kutipan pidato Presiden Sukarno itu begitu dihayati oleh Holifatul Jannah, seorang anak muda yang terlahir dari keluarga petani sederhana di Situbondo.

Sabtu (19/4/), menjadi hari bersejarah baginya dan juga keluarganya. Bersama sekitar 800-an orang lain, Holifatul Jannah ikut diwisuda di kampus Universitas Jember (Unej). Suasana wisuda di gedung Auditorium Unej itu berlangsung cukup khidmat.

Holifa -sapaan akrabnya- berhasil meraih mimpi menjadi sarjana dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan. Dia ikut wisuda bersama sekitar 800 orang lain dari program doktor, magister, sarjana, sarjana terapan, dan diploma berbagai fakultas.

Keterbatasan ekonomi seolah sudah akrab Holifa sejak kecil. Tak heran jika kemudian di masa SMA, dia juga berjualan untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Sebenarnya dari SMA saya juga sudah sambil bekerja dan berjualan. Kebetulan saya memang jualan juga. Untuk hal ini selain menambah pemasukan juga membantu meringankan beban orang tua saya serta juga menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk mengenal terlebih dahulu terkait dunia bisnis," kata Holifa saat diwawancarai dengan didampingi kedua orangtuanya.

Membuka usaha dengan berdagang tidak membuat Holifa kehilangan fokus dalam belajar. Justru dari kesibukan yang mengais rezeki tersebut membuatnya lebih semangat dalam menggapai gelar sarjana.

Di sela-sela kesibukan masa kuliah, Holifa menyempatkan sedikit waktunya untuk berjualan meski menurutnya hal tersebut cukup menguras waktu dan tenaga, namun dia tidak mudah putus asa.

"Melihat perjuangan orang tua saya di rumah yang mengusahakan sebaik mungkin agar saya bisa berkuliah dan bertahan di Jember. Saya juga ingin membuktikan kepada orang-orang yang menganggap orang tua saya tidak akan mampu membawa saya menjadi sarjana, bahwa saya bisa dan akan membanggakan orang tua saya. Tentu saja balik lagi ke tujuan saya kuliah diawal, karena saya ingin membanggakan orang tua serta membuktikan pada diri saya serta orang lain bahwa seorang anak petani juga berhak mengenyam pendidikan sarjana dan bisa merubah nasib keluarga," ujar dia.

Dari beberapa kesibukannya di masa kuliah, Holifa juga memiliki beberapa prestasi yang ia raih ketika dirinya aktif di organisasi UKM PSHT UNEJ. Ia pernah menjuarai perlombaan Banyuwangi Championship Kelas B Putri dengan perolehan juara 3 dan memperoleh juara 2 pada Seleksi Porprov Universitas Kelas B Putri.

Menurut Holifa membagi waktu merupakan tantangan terbesar baginya. Di sela-sela kesibukannya ketika kuliah, kerja dan mengikuti kegiatan organisasi Holifa tetap jalani semua dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

"Saya mencoba enjoy melakukan semua kegiatan dan menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas. Selain itu, saya di waktu luang melakukan refreshing dengan jalan-jalan atau melalukan hobi saya,” jelas Holifa.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para mahasiswa yang juga sama-sama berjuang seperti dirinya.

“Buat temen temen yang sekarang lagi berjuang ingat bahwa perjalanan ini bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap bertahan. Saya pernah merasa lelah, ingin menyerah, bahkan ragu dengan kemampuan sendiri. Tapi satu hal yang selalu saya pegang yaitu setiap proses itu membentuk, bukan hanya mengantarkan. Kuliah bukan hanya tentang lulus, tapi tentang bagaimana kita tumbuh sebagai pribadi yang lebih tangguh, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi dunia nyata,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unej, Iwan Taruna dalam sambutannya mengatakan mendorong seluruh alumni Unej untuk bisa cepat beradaptasi mengikuti tuntutan zaman.

“Fokuslah pada sektor yang berkembang seperti teknologi, energi terbarukan dan industri kreatif. Perusahaan cenderung memilih individu yang dapat membawa inovasi dan solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang ada. Oleh karena itu kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan kepedulian terhadap sosial dan lingkungan akan menjadi faktor kunci dalam memperoleh peluang kerja di masa depan,” tutur mantan Dekan Fakultas Teknologi Pangan (FTP) ini.

Rekomendasi