Perhelatan Asian Games 'terancam' Piala Dunia dan pendaftaran capres

Rabu, 6 Juni 2018 00:40 Reporter : Merdeka
Siswa SD di Solo sambut Asian Games 2018. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menilai euforia Piala Dunia dan pendaftaran calon presiden (capres) bisa mengancam eksistensi dari penyelenggaraan Asian Games 2018. Hal ini, disebabkan, dua kegiatan tersebut hampir dengan dimulainya pesta olahraga se-Asia itu.

"Dan tadi ada satu yang disampaikan bapak Presiden kita, ini sekarang terancam dalam tanda kutip oleh world cup sepakbola dan juga oleh pendaftaran capres-cawapres," kata Triawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/6).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata Triawan, khawatir apabila masyarakat malah lebih tertarik membahas tentang piala dunia dan pendaftaran capres-cawapres daripada Asian Games. "Nanti jangan-jangan orang lebih tertarik membicarakan itu," ucap Triawan.

Meski demikian, Triawan mengaku bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi agar masyarakat turut antusias menyambut dan mengikuti Asian Games. Satu di antaranya dengan melibatkan para artis, seniman, hingga netizen untuk membantu mempromosikan Asian Games.

"Kita ingin semua orang ikut bergairah se-Indonesia. Makanya kita memerlukan lebih banyak lagi spoke person yang sekarang tidak bisa ada contohnya dari dulu. Cara orang bersosmed kan baru semuanya. Jadi sekarang bukan mencari, tapi memanfaatkan aja semua yang bersemangat untuk memajukan negeri ini mempromosikan Asian Games bersama-sama," terang Triawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai demam Asian Games di tengah masyarakat belum terlihat. Padahal, kata dia, pesta olahraga se-Asia itu tak lama lagi akan segera digelar.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka acara promosi Asian Games di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (5/6).

"Ini perhelatan yang sangat besar. Yang kita inginkan adalah sekarang ini sudah mestinya masyarakat kita sudah demam. Lah ini baru anget, belum panas, apalagi demam," kata Jokowi dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Oleh karenanya, Jokowi mengundang para artis, penyanyi, dan seniman untuk turut mempromosikan Asian Games. Sehingga, kata dia, masyarakat semakin antusias menyambut pesta olahraga yang akan digelar pada Agustus 2018 mendatang.

"Nah oleh sebab itu saya mengumpulkan bapak, ibu dan saudara-saudara di sini. Negara memanggil saudara-saudara semuanya, untuk mendemamkan Asian Games yang ke-18 ini agar masyarakat jadi demam semuanya," ucap Jokowi.

Hanya saja, Jokowi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada para artis, penyanyi, dan seniman untuk membantu pemerintah mempromosikan Asian Games ke tengah masyarakat.

"Caranya silakan, saya enggak ngerti. Yang penting demam, gitu aja," cetus Jokowi.

Reporter: Hanz Jimenez

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini