Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jateng-DIY (BBPJN) terus mempercepat perbaikan jalan nasional, khususnya di jalur Pantura Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan agar kesiapan jalur wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan tuntas hingga H-10 Idulfitri.
"Prioritas utama ada di Pantura, terutama wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang yang sempat viral karena kerusakan jalan dan kini sudah ditangani. Kemudian Kendal, serta Kaligawe di Semarang," kata Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Jateng-DIY (BPJN) Moch Iqbal Tamher, Sabtu (28/2).
Untuk penanganan proyek saat ini difokuskan pada ruas Jalan Kaligawe atau jalur Pantura Semarang–Demak. Progres pekerjaan telah mencapai rigid beton sepanjang efektif 1.100 meter, dengan peninggian badan jalan sekitar 700 meter.
"Pengecoran rigid ke arah Demak sepanjang 700 meter, baik jalur cepat maupun jalur lambat, sudah mulai dilakukan. Kami targetkan pada 11 Maret 2026 atau H-10 Lebaran sudah dapat difungsikan," ungkapnya.
Sedangkan pengerjaan lanjutan di ruas Pantura Demak–Semarang akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran. Pengerjaan dengan dilakukan dari Demak ke Semarang pada H+10.
"Pekerjaan akan kami lanjutkan ke arah Semarang. Mudah-mudahan akhir Maret atau awal April wilayah Kaligawe sudah bisa dilewati normal, baik arah Semarang maupun Demak," jelasnya.
Terkait masih masifnya musim hujan, pihaknya memastikan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar target tetap tercapai.
"Jadi pelaksanaan pekerjaan tidak boleh terganggu dari target yang sudah ditetapkan. Kesiapan alat, material, dan tenaga kerja harus optimal agar pekerjaan tetap berjalan. Alhamdulillah, sejauh ini target masih terpenuhi," ujarnya.
Advertisement
Pihaknya sudah berupaya menuntaskan pekerjaan lebih cepat. Namun, hasil koordinasi dengan kepolisian lalu lintas menunjukkan penutupan total jalur belum memungkinkan karena tingginya volume kendaraan.
"Jika penutupan penuh dapat dilakukan, pekerjaan diperkirakan bisa rampung hanya dalam waktu sekitar satu bulan," ujarnya.
Advertisement
Jalur Kaligawe merupakan titik terpadat di Kota Semarang. Sebab Jalur ini menjadi distribusi logistik dari Jakarta menuju Surabaya maupun sebaliknya, sekaligus dilintasi pengguna jalan dari Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
"Karena kepadatan lalu lintas sangat tinggi, akhirnya diputuskan target paling realistis selesaikan peninggian 700 meter di jalur cepat dan jalur lambat agar bisa difungsikan pada 11 Maret atau H-10 Lebaran," pungkasnya.