Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Ciracas, Jakarta Timur, menunjukkan peran krusial mereka dalam menjaga ketahanan keluarga. Mereka menjadi benteng utama untuk mencegah kenakalan remaja yang kian meresahkan masyarakat. Peran strategis ini diperkuat melalui berbagai kegiatan penyuluhan.
Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Metro Jaya secara aktif mendukung inisiatif ini dengan menggelar penyuluhan. Kegiatan tersebut membekali para ibu dengan pemahaman mendalam tentang berbagai ancaman. Ini termasuk bahaya premanisme, minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Kompol Susanto, Kasibinpenakta Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Metro Jaya, menekankan pentingnya peran ibu. Beliau menyatakan bahwa dengan komunikasi terbuka, keteladanan, serta pengawasan pergaulan dan media sosial, potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Program Kapolda Metro Jaya “Jaga Jakarta untuk Indonesia” serta Operasi Pekat Jaya 2026.
Advertisement
Advertisement
Ibu-ibu PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam membimbing dan membentuk karakter anak-anak. Mereka adalah pilar utama dalam keluarga yang bertanggung jawab atas pendidikan moral dan etika. Keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter anak.
Melalui komunikasi yang terbuka dan keteladanan yang baik, para ibu dapat menciptakan lingkungan rumah yang kondusif. Lingkungan ini mendukung pertumbuhan positif bagi remaja. Pengawasan terhadap pergaulan dan penggunaan media sosial juga menjadi kunci penting.
Kompol Susanto menegaskan bahwa keberhasilan operasi kepolisian tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Khususnya, kaum perempuan sebagai pilar keluarga memiliki dampak besar. Mereka siap menjadi benteng keluarga dan lingkungan dengan menolak premanisme, tawuran, miras, serta narkoba.
Advertisement
Advertisement
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026. Operasi ini memiliki fokus utama menekan aksi tawuran serta berbagai bentuk penyakit masyarakat. Kegiatan ini kerap meresahkan warga di wilayah tersebut.
Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya. Pelaksanaannya dilakukan secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur. Operasi ini berlangsung selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026.
Pelaksanaan operasi ini didukung oleh jajaran Polda Metro Jaya serta bersinergi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) dan Kodim 0505 Jakarta Timur. Kolaborasi lintas instansi tersebut bertujuan memastikan upaya pencegahan dan penindakan berjalan efektif di lapangan. Kegiatan ini melibatkan unsur kelurahan, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Untuk mencapai tujuan menciptakan lingkungan yang aman, religius, dan harmonis, Polres Metro Jakarta Timur menyiapkan tiga strategi utama. Strategi pertama adalah langkah preventif melalui kegiatan imbauan, sambang, serta penyuluhan kepada masyarakat. Ini bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sejak dini.
Strategi kedua adalah langkah pencegahan terpadu yang melibatkan unsur Pemerintah Kota dan TNI. Selain itu, strategi ini juga memberdayakan elemen masyarakat melalui pembentukan posko-posko Kamtibmas di seluruh wilayah Jakarta Timur. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dan deteksi dini terhadap potensi tawuran dan penyakit masyarakat.
Sementara itu, strategi ketiga adalah penegakan hukum melalui tindakan represif terhadap pelaku gangguan Kamtibmas. Namun, langkah ini disebut sebagai opsi terakhir apabila upaya pencegahan dan preventif tidak membuahkan hasil. Upaya pencegahan dilakukan dengan mengedepankan imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews