Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Ganjar Minta Pengelola Wisata Tanggung Jawab

Minggu, 16 Mei 2021 18:33 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Ganjar Minta Pengelola Wisata Tanggung Jawab Para penumpang menyelamatkan diri saat perahu tenggela di Waduk Kedung Ombo. ©FOTO ANTARA/HO istimewa

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pengelola wisata waduk Kedung Ombo Boyolali harus bertanggung jawab, terkait insiden terbaliknya perahu yang menyebabkan merenggut sembilan korban. Dia juga meminta izin operasional untuk ditinjau ulang.

"Saya dikirimi videonya. Ketika perahu belum berangkat, itu sudah melebihi kapasitas. Mereka juga tidak dibekali jaket keselamatan. Saya minta pengelola harus bertanggung jawab, kalau perlu izinnya di-review atau kalau perlu izinnya dicabut," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Minggu (26/5).

Dia menyesalkan terjadinya tragedi perahu tenggelam di obyek wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali, Sabtu (15/5). Atas kejadian tersebut 20 orang wisatawan tenggelam. 11 orang berhasil selamat sementara enam korban meninggal dunia dan tiga korban belum ditemukan.

Ganjar menegaskan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran. Karena selain melebihi kapasitas, para penumpang juga tidak dibekali jaket pelampung saat menaiki kapal itu.

"Itu kan sangat berbahaya. Jelas SOP-nya pasti diabaikan oleh mereka," tegasnya.

Ganjar mengingatkan pada seluruh pengelola pariwisata agar hal itu menjadi perhatian. Tantangan mereka saat ini, selain mengendalikan jumlah pengunjung, faktor yang tidak boleh diabaikan adalah keselamatan.

"Maka seperti yang berkali-kali saya ingatkan, kira-kira bisa mengelola tidak? kalau tidak bisa dikontrol, tutup saja," ujarnya.

Selain kejadian tragis Kedung Ombo, Ganjar juga menyoroti terkait ramainya sejumlah destinasi wisata di Jateng. Beberapa laporan yang sudah masuk di antaranya keramaian pengunjung terjadi di obyek wisata Dieng dan juga Tawangmangu. Selain itu, di beberapa destinasi lain.

"Saya minta SOP ditaati, pembatasan pengunjung harus dilakukan. Petugas harus sering patroli untuk terus mengingatkan. Bupati atau Wali Kota tidak usah ragu menutup kalau itu tak ditaati. Daerah lain juga sama, kerumunan banyak dan itu membahayakan. Kita harus menjaga semuanya, kalau tidak maka akan sulit untuk mengembalikan kondisi seperti semula," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini