Pep Guardiola Tegaskan Manchester City Belum Menyerah di Liga Champions Usai Takluk dari Real Madrid

Pelatih Pep Guardiola menegaskan Manchester City belum menyerah dalam perburuan gelar Liga Champions meski menelan kekalahan 0-3 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pep Guardiola Tegaskan Manchester City Belum Menyerah di Liga Champions Usai Takluk dari Real Madrid
Pelatih Pep Guardiola menegaskan Manchester City belum menyerah dalam perebutan tiket perempat final Liga Champions, meskipun baru saja menelan kekalahan 0-3 dari Real Madrid di leg pertama. (AntaraNews)

Jakarta – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan timnya belum menyerah untuk lolos ke perempat final Liga Champions. Pernyataan ini disampaikan setelah The Citizens menelan kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar.

Pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada Kamis dini hari WIB tersebut menjadi mimpi buruk bagi Manchester City. Tiga gol Real Madrid dicetak oleh Federico Valverde pada menit ke-20, 27, dan 42, semuanya terjadi di babak pertama.

Meskipun menghadapi situasi yang sulit dengan defisit tiga gol, Pep Guardiola tetap menunjukkan optimisme. Ia berjanji akan memberikan perlawanan maksimal di leg kedua yang akan dimainkan di kandang Manchester City.

Analisis Kekalahan dan Peluang di Leg Kedua

Kekalahan 0-3 yang dialami Manchester City di markas Real Madrid menunjukkan dominasi tim tuan rumah pada babak pertama. Federico Valverde menjadi bintang dengan memborong tiga gol yang membuat gawang City tak berdaya. Situasi bisa saja lebih buruk jika kiper Gianluigi Donnarumma tidak berhasil menggagalkan penalti Vinicius Junior di babak kedua, yang berpotensi menambah keunggulan Madrid.

Mengomentari hasil tersebut, Pep Guardiola sedikit bernapas lega karena selisih gol tidak bertambah. “3-0 tentu lebih baik daripada empat gol, kami tidak bisa menyangkal itu,” kata pelatih asal Spanyol itu, dikutip dari laman resmi Man City. Guardiola mengakui sulitnya mengontrol transisi cepat Real Madrid saat timnya kehilangan bola, terutama dengan kecepatan pemain seperti Vinicius Junior yang mampu berlari mematikan.

Guardiola juga menyoroti tantangan yang dihadapi timnya dalam menghadapi serangan balik cepat dari Real Madrid. “Terkadang sulit mengontrol transisi ketika kami kehilangan bola dan mereka langsung terhubung. Mereka tidak membuang peluang dan pemain seperti Vinicius bisa berlari,” lanjutnya. Ini menunjukkan bahwa strategi serangan balik cepat Madrid menjadi kunci keberhasilan mereka dalam pertandingan tersebut.

Strategi Manchester City Menuju Etihad

Meski kalah telak, Pep Guardiola menilai Manchester City sebenarnya bermain cukup baik dan mampu menciptakan peluang. “Kami mencapai garis akhir lapangan berkali-kali. Aksi individu dari Jeremy Doku, bola panjang di babak kedua terutama kepada Antoine Semenyo dan Nico O'Reilly, lalu umpan ke kotak enam yard, tetapi kami tidak mampu menaklukkan Thibaut Courtois,” kata Pep. Ini menunjukkan bahwa meskipun serangan City intens, penyelesaian akhir dan performa kiper lawan menjadi penghalang.

Guardiola menegaskan bahwa timnya akan mencoba untuk bangkit di leg kedua. “Tentu saja kami akan mencoba, dan saat ini situasinya sulit,” kata Pep soal peluang City melaju ke perempat final. “Tetapi kami akan bermain di depan para pendukung kami dan kami akan mencoba tampil lebih baik, lebih aktif di sepertiga akhir lapangan,” tambahnya. Dukungan penuh dari para suporter di Stadion Etihad diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.

Leg kedua pertandingan krusial ini dijadwalkan akan dimainkan di Stadion Etihad pada tengah pekan depan, Rabu (18/3). Sebelum menghadapi Real Madrid lagi, Manchester City akan terlebih dahulu menyelesaikan laga lanjutan Liga Inggris melawan West Ham United di Stadion Olimpiade London pada Minggu (15/3). Persiapan matang di liga domestik diharapkan dapat menjadi pemanasan yang baik sebelum pertarungan hidup mati di Liga Champions.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi