Penjelasan Lengkap Satgas MBG soal Viral Ompreng Kemasukan Tikus di SMKN 8 Semarang

Tim satgas MBG melaporkan kejadian masuknya tikus ke dalam ompreng kepada perwakilan BGN Jateng.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Penjelasan Lengkap Satgas MBG soal Viral Ompreng Kemasukan Tikus di SMKN 8 Semarang
Penjelasan Lengkap Satgas MBG soal Viral Ompreng Kemasukan Tikus di SMKN 8 Semarang (Merdeka.com)

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Jawa Tengah menjelaskan terkait ompreng yang kemasukan tikus di SMK 8 Semarang. Satgas menegaskan bahwa kejadian ini bukan kesalahan petugas. Muncul dugaan bahwa tikus masuk ke dalam boks saat proses loading atau pemindahan barang dari mobil distribusi menuju ruang kelas.

"Kesalahan bukan karena petugas membawa ompreng lalu ada tikus di dalamnya. Tapi omprengnya waktu kejadian saat ditaruh di ruangan kosong SMK 8, mungkin karena berantakan, jadinya ada tikus masuk ke dalam situ," kata Sekretaris Satgas MBG Jateng, AR Hanung Triyono, Kamis (2/4).

Tim satgas MBG melaporkan kejadian masuknya tikus ke dalam ompreng kepada perwakilan BGN Jateng. Kemudian mengadakan rapat bersama Kepsek SMKN 8 Semarang, para guru dan menghadirkan Kepala SPPG Mugasari untuk mengetahui hasil secara rinci penyebab ompreng yang kemasukan tikus tersebut

"Pihak SPPG dan sekolah bersepakat bahwa tikus keluar dari boks bukan dari ompreng. Narasi tikus keluar dari ompreng merupakan persepsi publik di sosial media, tidak pernah keluar dari pihak sekolahan maupun dari murid," ujarnya. 

SPPG Tidak Disanksi

Ia pun tidak bisa memberikan sanksi kepada Kepala SPPG Mugasari karena mempertimbangkan kesalahan tidak dilakukan oleh petugas SPPG Mugasari. 

"Saya tadi waktu rapat sudah tahu kalau yang salah pas naruh bok omprengnya waktu sampai di SMKN 8," jelasnya. 

Nantinya ke depan akan mengadakan evaluasi menyeluruh pada proses distribusi MBG yang diberikan kepada para siswa sekolah. Pihaknya juga mengingatkan kepada semua SPPG untuk mematuhi aturan loading ketika sampai di sekolahan. 

"Dari pihak sekolah sendiri bersedia untuk memperbaiki sistem loading barang sebelum didistribusikan ke siswa dengan memasukkan ke dalam ruangan tertutup dan di atas meja,” ujarnya. 

Murid Sampaikan Permohonan Maaf

Terkait kegaduhan yang timbul akibat unggahan video di media sosial, pihak murid disebut telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka berjanji akan lebih dulu berkoordinasi dengan petugas penanggung jawab (person in charge) jika ditemukan kendala atau keluhan di kemudian hari.

"Dari murid sendiri sudah mengucapkan permintaan maaf atas kejadian yang mengakibatkan kegaduhan yang cukup masif dan berjanji untuk lebih berkoordinasi lagi dengan PIC apabila ada komplain," pungkasnya. 

Rekomendasi