Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan Kepala Disdukcapil soal Warga Bulukumba Meninggal Usai Urus e-KTP

Penjelasan Kepala Disdukcapil soal Warga Bulukumba Meninggal Usai Urus e-KTP Warga Bulukumba Meninggal Saat Urus e-KTP. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video beredar di jejaring media sosial. Seorang warga Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba bernama Amiluddin kesakitan dan akhirnya meninggal dunia di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Usai mengurus e-KTP.

Kepala Disdukcapil Bulukumba, Mulyati Nur memberikan penjelasan. Amiluddin datang bersama keluarganya untuk mengurus dan melakukan perekaman e-KTP.

"Almarhum ini saat datang bersama keluarganya naik pete-pete (angkot) ke kantor memang dalam kondisi sakit dan baru keluar dari rumah sakit," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (16/3).

Disdukcapil memberikan pelayanan prioritas kepada Alimuddin karena usia dan juga kondisi kesehatan. Disdukcapil Bulukumba menyiapkan kursi roda untuk Amiluddin.

"Kebetulan saya langsung yang melihat dan bawakan kursi roda, karena almarhum kan lagi sakit sehingga kami diprioritaskan. Pak Amiluddin langsung kami antar ke mobil perekaman KTP," bebernya.

Mulyati menuturkan, Amiluddin meninggal setelah proses perekaman e-KTP seperti foto, rekam sidik jari, dan biometrik.

"Kami gotong ke kursi yang ada di kantor dan baringkan Almarhum. Di situ beliau meninggal dunia. Jadi almarhum meninggal bukan saat perekaman, tapi setelahnya," bebernya.

Salah seorang kerabat Amiluddin, Sri Surianingsih mengatakan, kakaknya baru sepuluh hari berada di Bulukumba sepulang dari Malaysia. Amiluddin sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Raja Bulukumba karena sakit penyumbatan pada usus.

"Dirawat 3 hari di rumah sakit, karena sakit penyumbatan usus kayak ada cairan di ususnya," kata dia kepada wartawan.

Amiluddin meminta keluar dari rumah sakit karena alasan tidak memiliki BPJS Kesehatan. Sehingga masuk kategori pasien umum. Padahal, kondisi Amiluddin sangat lemah dan harus dioperasi.

"Beliau harusnya dioperasi, tapi karena tidak ada BPJS sehingga minta keluar. Makanya kami coba uruskan BPJS, cuma almarhum inikan tidak ada KTP-nya," sebutnya.

Karena tidak memiliki KTP, Amiluddin bersama keluarganya langsung ke kantor Disdukcapil Bulukumba untuk mengurus. Amiluddin keluar dari RSUD Sulthan Dg Raja dan langsung ke kantor Disdukcapil Bulukumba dengan menaiki pete-pete.

"Cuma mobil yang mau bawa ke kantor Capil lama datangnya. Saat datang ke kantor capil langsung dilayani dan lakukan perekaman e-KTP," ungkapnya.

Usai melakukan perekaman, kondisi fisik Amiluddin langsung drop dan meninggal dunia. Sri berharap tidak ada saling menyalahkan meninggalnya Amiluddin.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP