Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengunjung Laut Selatan Malang Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Pengunjung Laut Selatan Malang Diminta Waspada Gelombang Tinggi Ilustrasi Tsunami. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengunjung pantai di selatan Kabupaten Malang diminta waspada selama berlibur merayakan Tahun Baru. Tetapi mereka diimbau tidak perlu panik dan mengaitkan dengan bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kalau ditengok dari sejarahnya, di selatan Malang itu tidak mungkin tiba-tiba, tanpa ada gempa terjadi tsunami, sepertinya mustahil. Karena di situ potensinya gunung di laut tidak ada. Berarti tsunami pasti disebabkan karena gempa bumi tektonik," ungkap Musrifan, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Kabupaten Malang, Rabu (26/12).

Musrifan menegaskan, potensi tsunami di selatan Pulau Jawa atau pantai selatan bisa terjadi diakibatkan oleh gempa bumi tektonik. Dipastikan akan berbeda dengan kondisi yang terjadi di Banten.

Namun demikian, dia tetap meminta masyarakat bersikap waspada, mengingat Malang berada di sekitar pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Tumbukan kedua lempengan berpotensi terjadinya gempa tektonik.

"Kalau terjadi gempa kuat, kira-kira di atas 7 SR, segera meninggalkan pantai. Tetapi kalau tidak (terjadi) berarti normal-normal saja," tegasnya.

Berdasarkan prakiraan kondisi cuaca maritim perairan Jawa Timur yang dikeluarkan BMKG Maritim Perak Surabaya, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah perairan Jawa Timur.

Arah angin dominan dari Barat ke Barat Laut, dengan kecepatan maksimum di Laut Jawa sebesar 24 knots (45 km/jam) dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur sebesar 25 knots (46 km/jam).

Akibatnya tinggi gelombang di Laut Jawa bagian timur antara 0,8-2,0 m dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur antara 1,3-2,5 meter.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP