Pengungsi gempa NTB di Lombok Barat kekurangan air bersih

Rabu, 15 Agustus 2018 20:25 Reporter : Rizky Andwika
Pengungsi gempa NTB di Lombok Barat kekurangan air bersih Gempa NTB. ©REUTERS

Merdeka.com - Para pengungsi di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kabupaten Lombok Barat korban gempa bumi 7,0 Skala Richter pada Minggu (5/8) malam, saat ini membutuhkan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita minta ada suplai air bersih yang mencukupi dari pemerintah kepada warga," kata salah satu pengungsi di Dusun Wadon, Adi, di Lombok Barat seperti dilansir Antara, Rabu (15/8).

Ia menuturkan selama berada di pengungsian, warga setempat hanya mengandalkan air sungai untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK), sedangkan untuk minum mereka bergantung pada air mineral dalam kemasan yang disumbangkan para donatur atau dermawan maupun bantuan pemerintah.

Mereka juga mendapatkan air dari sumur-sumur yang belum mengering, meskipun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan.

"Kalau kita pakai air dari PDAM, airnya keruh. Mau pakai air sumur juga enggak cukup, karena yang pakai kan banyak," ungkapnya.

Di Dusun Wadon, khususnya di posko pengungsian SDN 2 Kekait, kata Adi, terdapat 600 jiwa, sedangkan di seluruh dusun itu terdapat lebih dari 1.500 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian dengan kondisi memprihatinkan.

"Kondisinya sama dengan kita, kekurangan air bersih, tenda dan selimut. Kalau logistik alhamdulillah cukup," terangnya.

Dia mengatakan pascagempa 7,0 Skala Richter umumnya warga tinggal di posko-posko pengungsian. Pasalnya, banyak di antara warga yang harus kehilangan rumah-rumah mereka akibat hancur diguncang gempa. Mereka sampai saat ini juga masih trauma atas peristiwa tersebut.

"Itu baru rumah, belum masjid dan sekolah juga ikut rusak. Di tambah masyarakat masih trauma," katanya.

Ia bersama warga lainnya berharap, persoalan air bersih bisa diperhatikan solusinya oleh pemerintah, melalui pemasangan tandon sebagai penampung air.

Ia mengatakan bahwa tidak mungkin warga harus selamanya bergantung pada air sungai, apalagi saat ini musim kemarau.

Ia mengkhawatirkan air sungai pun akan berkurang dan mengering. Mereka juga dalam ancaman serangan penyakit.

"Harapan kita itu ada air yang mencukupi di lokasi pengungsian. Karena kalau belum ada itu kita khawatir masyarakat semakin sengsara," kata Rizal, warga lainnya yang menjadi pengungsi di Dusun Wadon. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini