Pengakuan Tukang Bajaj Dibayar Rp500.000 untuk Video Rekayasa Pengeroyokan di Thamrin

Empat orang tukang bajaj di dekat Pusat Perbelanjaan Sarinah mengaku dibayar Rp500.000 oleh FG (25), pembuat video rekayasa untuk kebutuhan konten media sosial instagram.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Pengakuan Tukang Bajaj Dibayar Rp500.000 untuk Video Rekayasa Pengeroyokan di Thamrin
Pelaku pembuat video rekayasa. ©2020 Merdeka.com

Empat orang tukang bajaj di dekat Pusat Perbelanjaan Sarinah mengaku dibayar Rp500.000 oleh FG (25), pembuat video rekayasa untuk kebutuhan konten media sosial instagram.

Video yang sempat viral di Instagram itu memperlihatkan adegan perkelahian di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Pada Sabtu (15/2) akun @peduli.jakarta menyebarkan video yang berasal dari akun @mbx.yeyen berisi perkelahian di jalur penyeberangan kawasan MH Thamrin.

Kepolisian Sektor Metro Menteng menelusuri video tersebut. Polisi menyimpulkan video tersebut adalah rekayasa. Seorang tukang bajaj mengakui dibayar untuk berpura-pura berkelahi.

"Memang dibayar, tiba-tiba lagi makan siang kan saya ada yang nyamperin terus nawarin buat bikin video pura-pura berantem gitu kan, ya namanya orang kecil butuh. Kita ambil," kata seorang tukang bajaj yang hadir dalam pengungkapan kasus video rekayasa MH Thamrin di depan Pos Polisi Bundaran HI, Rabu. Seperti dilansir Antara.

Keempat orang yang dibayar oleh F sebagai pemeran yang bertugas untuk beradegan perkelahian ala "wing chun" bernama Suwarto, Didi, Bambang serta Abdul. Keempat orang itu berstatus sebagai saksi dalam kasus pengungkapan video rekayasa di MH Thamrin.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto membenarkan keterangan keempat supir bajaj terkait bayaran yang diterima untuk membuat video yang menjadi hoaks itu.

"Awalnya yang ditangkap pelaku perkelahian, mereka dibayar untuk berantem dengan nominal Rp500.000. Ada 4 orang yang dibayar, yaitu para tukang bajaj. Dari keterangan itu kita cari pelaku sebenarnya," kata Heru.

FG yang merupakan pelaku utama pembuatan video rekayasa MH Thamrin mengaku tidak mengira video yang ingin diviralkannya itu dapat meresahkan warga ibu kota lainnya untuk melintasi Jalan MH Thamrin.

"Saya mau bikin konten melibatkan seni bela diri, memberi edukasi masyarakat pentingnya bela diri dari konten itu," kata F.

FG mengakui tujuan pemilihan Jalan MH Thamrin untuk membuat adegan rekayasa itu karena melihat kawasan MH Thamrin sebagai jantung dari Ibu Kota.

Dia berharap pengikut dan penontonnya di media sosial dapat bertambah dengan lokasi yang strategis dibanding lokasi lainnya di Ibu Kota.

"Tidak tahu akan bikin resah. Tidak mikir ke situ. Itulah salahnya kita," kata F.

Atas perbuatannya baik F maupun YI (21) yang merekam serta menyebarkan video rekayasa itu terancam hukuman 10 tahun kurungan penjara.

Rekomendasi