Penderita Gangguan Jiwa di Tabanan Bertambah 760 Orang Selama Pandemi Covid-19

Kamis, 1 April 2021 02:00 Reporter : Moh. Kadafi
Penderita Gangguan Jiwa di Tabanan Bertambah 760 Orang Selama Pandemi Covid-19 Penderita gangguan jiwa dipasung. ©CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP

Merdeka.com - Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, Bali, mencatat penambahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) selama pandemi Covid-19. Sekitar 760 penderita terdata sejak 2020.

"Iya, artinya ada bertambah, berapa persen sulit saya mengatakan berapa persen. Kemarin sudah 700 (2020) dan sekarang (2021) sudah hampir 60-an. Sampai bulan sekarang," kata Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan saat dihubungi, Rabu (31/3).

Dia mengatakan gangguan jiwa itu dipicu berbagai penyebab. Ada penderita yang memang sakit sejak awal atau disebabkan faktor genetik. Namun, pihaknya tak menampik jika stres menghadapi kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu penyebab.

"Memang ada sakitnya juga kan, tidak tahu ada efek pandemi. Kalau memang (akibat) sulitnya ekonomi bisa jadi. Iya stress, berpengaruh juga (pandemi Covid-19)," ujarnya

"Artinya begini, kembali kepada person. Iya jaga kesehatan, jangan terlalu banyak berpikir. Kan kita tidak tahu, siapa tahu besok (stres)," jelas Gunawan.

Jika ada warga Tabanan yang menjadi ODGJ, Gunawan mengatakan, pihaknya merekomendasikan untuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli, agar ditangani dan sembuh. Selama ini sudah ada yang sembuh. "Kita berikan rekomendasi untuk mengajaknya ke Bangli. Kalau sehat dan sembuh baru kita keluarkan dan baru Dinas Sosial yang membina," ujarnya.

"Harapan kita mari jaga kesehatan, imun tubuh, berpikir yang positif dan tetap sembahyang. Intinya, kita berharap ke masyarakat yang positif saja. Karena dasar dari gangguan jiwa itu karena pikiran yang mumet," imbau Gunawan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini