Pemuda Ditembak Airsoft Gun di Cilincing Akibat Utang Ganja, Polisi Buru Pelaku

Seorang pemuda di Cilincing menjadi korban penembakan menggunakan airsoft gun setelah dikeroyok terkait utang pembelian narkotika jenis ganja. Polisi kini tengah mendalami kasus penembakan Cilincing ini dan memburu para pelaku.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemuda Ditembak Airsoft Gun di Cilincing Akibat Utang Ganja, Polisi Buru Pelaku
Seorang pemuda di Cilincing menjadi korban penembakan menggunakan airsoft gun setelah dikeroyok terkait utang pembelian narkotika jenis ganja. Polisi kini tengah mendalami kasus penembakan Cilincing ini dan memburu para pelaku. (AntaraNews)

Seorang pria berinisial SH (23) mengalami luka tembak setelah diserang sekelompok orang di Jalan Tipar Cakung Gang Kompi Jenggot, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini terjadi pada Minggu (8/3) malam, usai korban membeli nasi goreng di lokasi tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Cilincing, AKP Bobi Subasri, menjelaskan bahwa penyerangan ini diduga dipicu oleh persoalan utang piutang terkait pembelian narkotika jenis ganja. Korban memiliki utang sebesar Rp800.000 kepada salah satu anggota kelompok pelaku.

Akibat pengeroyokan dan penembakan tersebut, SH menderita luka tembak di kaki kanan, punggung belakang kanan, dan lutut kiri. Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengidentifikasi dan memburu semua pihak yang terlibat.

Peristiwa tragis ini bermula ketika SH sedang membeli nasi goreng di lokasi kejadian pada Minggu malam. Tiba-tiba, ia dihampiri oleh pelaku berinisial F bersama sejumlah rekannya yang datang menggunakan sepeda motor.

Korban kemudian ditarik oleh salah satu rekan pelaku dan langsung dikeroyok di tempat kejadian. Saat SH berusaha melawan pengeroyokan tersebut, pelaku F mengeluarkan airsoft gun jenis Glock 19 dan menembakkannya ke arah korban.

Setelah peluru gotri dari airsoft gun yang dibawa pelaku habis, warga sekitar langsung sigap menangkap F dan sempat menghakiminya secara massal. Namun, tidak lama kemudian, seseorang yang mengaku sebagai anggota keluarga pelaku membawa F ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.

AKP Bobi Subasri menegaskan bahwa motif utama di balik penembakan ini adalah utang piutang narkotika jenis ganja. Korban SH memiliki kewajiban pembayaran sebesar Rp800.000 kepada salah satu anggota kelompok pelaku.

Polsek Cilincing menerima laporan mengenai insiden ini melalui layanan darurat 110, yang menginformasikan adanya seorang pelaku yang diduga membawa senjata api dan telah diamankan warga. Petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saat petugas Unit Reskrim Polsek Cilincing mendatangi RSUD Koja untuk memeriksa pelaku F, ia sudah tidak berada di lokasi. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengidentifikasi serta memburu para pelaku lain yang diduga terlibat dalam insiden penembakan tersebut.

Kasus penembakan di Cilincing ini menyoroti bahaya peredaran narkotika dan dampak kriminalitas yang menyertainya. Utang piutang terkait narkotika seringkali berujung pada tindakan kekerasan, seperti pengeroyokan dan penembakan yang dialami oleh SH ini.

Pihak kepolisian terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan menindak tegas para pelaku kejahatan yang terlibat. Penyelidikan mendalam terhadap kasus ini diharapkan dapat mengungkap jaringan peredaran ganja yang terlibat serta membawa semua pelaku ke meja hijau.

Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memberantas kejahatan narkotika dan menciptakan lingkungan yang aman. Laporan cepat dari masyarakat membantu polisi dalam menindaklanjuti kasus dan mencegah eskalasi tindakan kriminalitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi