Pemprov Papua Tengah Kucurkan Rp8,2 Miliar untuk Bantuan Pendidikan Mahasiswa USWIM

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp8,2 miliar bagi mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan meringankan beban biaya kuliah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Papua Tengah Kucurkan Rp8,2 Miliar untuk Bantuan Pendidikan Mahasiswa USWIM
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan Bantuan Pendidikan Papua Tengah senilai Rp8,2 miliar kepada ribuan mahasiswa USWIM Nabire, wujud komitmen peningkatan kualitas SDM daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyalurkan bantuan pendidikan signifikan. Bantuan ini mencapai Rp8,2 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk 1.967 mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire. Penyaluran ini dilakukan pada Jumat, 30 Januari.

Langkah ini merupakan komitmen Pemprov Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Program ini juga bertujuan meringankan beban finansial mahasiswa.

Mekanisme Penyaluran Bantuan Pendidikan Papua Tengah

Rektor USWIM, Dr. Petrus Tekege, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan Papua Tengah ini diberikan kepada mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Fokus utamanya adalah membantu pembayaran SPP semester ganjil, yaitu semester 3, 5, dan 7.

Untuk mahasiswa semester 3, pemerintah mengalokasikan bantuan SPP sebesar Rp2,749 juta dari total SPP Rp3,950 juta. Jika mahasiswa belum membayar, mereka hanya perlu melunasi sisa Rp1,201 juta. Namun, jika sudah melunasi SPP, uang bantuan Rp2,749 juta akan dikembalikan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Dr. Petrus Tekege mengatakan dana yang dikembalikan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membantu kebutuhan pembayaran SPP pada semester genap. Hal ini karena bantuan pemerintah hanya diberikan pada semester ganjil.

Dukungan Tambahan untuk Mahasiswa Berprestasi

Selain bantuan SPP, mahasiswa semester 5 juga menerima dukungan finansial tambahan dari program bantuan pendidikan Papua Tengah ini. Mereka memperoleh bantuan biaya praktik kerja lapangan (PKL) atau praktik pengalaman lapangan (PPL) sebesar Rp2,450 juta.

Dengan demikian, total bantuan yang diterima mahasiswa semester 5 mencapai Rp5,199 juta. Ini menunjukkan komitmen Pemprov dalam mendukung pengalaman praktis mahasiswa.

Mahasiswa semester 7 tidak hanya mendapatkan bantuan SPP, tetapi juga bantuan biaya tugas akhir sebesar Rp3,250 juta. Total bantuan untuk semester 7 mencapai Rp5,999 juta, membantu kelancaran penyelesaian studi.

Harapan dan Tantangan Program Bantuan Pendidikan

Dr. Petrus Tekege menegaskan bahwa bantuan pendidikan Papua Tengah ini adalah bentuk nyata perhatian Pemprov. Tujuannya adalah mendorong peningkatan kualitas SDM Papua dan meringankan beban mahasiswa.

Pihak kampus berharap mahasiswa penerima bantuan akan lebih rajin kuliah dan meningkatkan motivasi belajar. Diharapkan tidak ada lagi alasan berhenti studi karena masalah biaya.

Meskipun demikian, pihak kampus juga berharap agar bantuan pendidikan ini dapat ditingkatkan menjadi setiap semester di masa depan. Hal ini mengingat masih banyak mahasiswa Papua yang belum terakomodir, dari total 3.634 mahasiswa aktif USWIM.

Setelah verifikasi ulang, sekitar 30 mahasiswa penerima bantuan terdeteksi telah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sesuai ketentuan, mereka tidak diperkenankan menerima bantuan ganda, sehingga dana untuk mereka akan dikembalikan ke kas daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi