Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp210 juta untuk mempercepat penanganan pascabencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
"Sudah sekitar Rp210 juta, sudah kita geser ke lokasi tanah gerak. Bupati sudah melapor kepada saya bahwa bantuan sudah datang," kata Gubernur Jareng Ahmad Luthfi, Rabu (4/2).
Kordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Turut Bupati Tegal Ischak Maulana juga menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan secara berkala.
"Kita juga lakukan pengecekan di lapangan. Tinggal nanti apakah akan dilakukan relokasi atau perbaikan. Prinsipnya, bantuan sudah sampai di sana,” ungkapnya.
Advertisement
Sebagai informasi, bencana tanah gerak di Desa Padasari terjadi sejak Minggu 1 Februari 2026 dan memuncak pada Senin 2 Februari 2026. Tanah gerak dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum.
Sebanyak 104 rumah warga dilaporkan rusak, dengan sekitar 80 rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh. Bencana ini berdampak pada 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Sebanyak 17 jiwa dari lima keluarga terpaksa mengungsi dan menempati SDN Padasari 01.
Infrastruktur desa seperti jalan desa dan kabupaten, jembatan, bendung irigasi, serta fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah, juga turut terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.