Pemkot Tangerang Optimalkan Literasi Bergerak, Edukasi Masyarakat Terkait PP Tunas
Pemerintah Kota Tangerang mengoptimalkan Program Literasi Bergerak untuk menjangkau lebih banyak lokasi, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya PP Tunas dalam melindungi anak dari dampak negatif digital.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) terus mengoptimalkan Program Literasi Bergerak. Inisiatif ini bertujuan menjangkau lebih banyak lokasi di Kota Tangerang. Upaya ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya PP Tunas.
Program Literasi Bergerak dirancang sebagai sarana sosialisasi kepada anak-anak mengenai pembatasan penggunaan gawai pintar. Hal ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari konten negatif. Tujuannya adalah memastikan edukasi dapat berjalan sesuai harapan.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menyatakan kesiapan pihaknya terlibat langsung dalam sosialisasi PP Tunas tahun ini. Pada tahun sebelumnya, program ini berhasil menjangkau 320 titik. DPAD menggunakan dua unit Mobil Perpustakaan Keliling.
Optimalisasi Program Literasi Bergerak DPAD Kota Tangerang
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang secara aktif memperluas jangkauan Program Literasi Bergerak. Program ini memanfaatkan dua unit Mobil Perpustakaan Keliling untuk mencapai berbagai lapisan masyarakat. Pada tahun lalu, inisiatif ini sukses menyambangi 320 titik lokasi di seluruh Kota Tangerang.
Engkos Zarkasyi, Kepala DPAD Kota Tangerang, menegaskan komitmen pihaknya untuk terlibat langsung dalam sosialisasi PP Tunas. "Kehadiran PP Tunas di tahun ini, kita siap terlibat langsung melalui sosialisasi agar edukasi kepada anak mengenai pembatasan menggunakan smartphone bisa sesuai harapan," kata Engkos.
Lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi sangat beragam, meliputi sekolah, pemukiman warga, fasilitas publik, hingga lapas. Bahkan, program ini juga menyambangi tempat-tempat yang merupakan permintaan langsung dari masyarakat. DPAD mengemas acara dengan menarik, melibatkan Badut dan komunitas storytelling untuk menghibur anak-anak.
Selain itu, DPAD berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk kegiatan edukatif yang unik. Anak-anak diajak berkeliling menggunakan Bus Jawara, sembari mendapatkan pemahaman tentang literasi dan bahaya penggunaan gawai pintar berlebihan.
Urgensi Perlindungan Anak dari Dampak Digital Negatif
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut baik kehadiran PP Tunas sebagai langkah strategis dalam melindungi anak-anak. Fokus utama adalah mengamankan generasi muda dari paparan konten negatif yang marak di media sosial. "Kami sambut baik, karena PP Tunas memberikan pelindungan dan ini harus kita bahas bersama-sama untuk membatasi anak-anak agar tidak terpengaruh oleh konten-konten yang tidak layak," ujar Sachrudin.
Sachrudin menekankan pentingnya melindungi masa depan anak-anak dari dampak negatif perkembangan digital yang pesat. Banyak anak kini sudah sangat bergantung pada gawai, sehingga mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, setelah adanya PP Tunas, Pemerintah Kota Tangerang akan segera melakukan pembahasan mendalam. Pembahasan ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan dan aturan daerah terkait implementasi PP Tunas. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang jelas.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Implementasi PP Tunas
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pembahasan mengenai implementasi PP Tunas akan segera dilakukan bersama dinas terkait. Tujuannya adalah agar kebijakan ini dapat segera diimplementasikan secara efektif. Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan maksimal kepada generasi masa depan.
Upaya kolaboratif seperti yang dilakukan DPAD dengan Dishub menjadi contoh konkret sinergi antarlembaga. Melalui kegiatan edukasi di Bus Jawara, anak-anak tidak hanya terhibur tetapi juga mendapatkan pemahaman penting tentang literasi digital. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam sosialisasi.
Jangkauan program yang luas, mulai dari sekolah hingga pemukiman warga dan fasilitas publik, memastikan edukasi PP Tunas dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Keterlibatan komunitas storytelling dan Badut juga menambah daya tarik program, terutama bagi anak-anak.
Melalui optimalisasi Program Literasi Bergerak dan pembahasan kebijakan daerah, Pemkot Tangerang berkomitmen penuh. Komitmen ini untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.
Sumber: AntaraNews