Pemkot Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Geologi, Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Gempa

Pemkot Surabaya perkuat Kesiapsiagaan Bencana Geologi, hadapi cuaca ekstrem dan potensi gempa. Apel siaga digelar, wujud komitmen Pemkot, TNI, Polri jaga keselamatan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Geologi, Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Gempa
Menghadapi potensi bencana geologi dan cuaca ekstrem, Pemerintah Kota Surabaya menggelar apel kesiapsiagaan. Simak langkah konkret Pemkot Surabaya dalam melindungi warganya dari berbagai ancaman. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana geologi dan cuaca ekstrem yang mungkin melanda wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap berbagai tantangan multidimensi yang dihadapi kota metropolitan tersebut.

Peningkatan kesiapsiagaan ini diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 yang diselenggarakan di kawasan Pabean Cantikan. Acara ini bertujuan untuk memastikan seluruh elemen siap menghadapi segala kemungkinan bencana alam.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa apel ini merupakan komitmen moral untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi warga. Seluruh jajaran Pemkot, TNI, dan Polri bersinergi untuk menjaga keamanan wilayah Surabaya dari ancaman bencana.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya menghadapi beragam ancaman bencana alam yang memerlukan perhatian serius. Fenomena rob, angin kencang yang sering menumbangkan pohon dan reklame, merupakan kejadian rutin yang harus diantisipasi.

Selain itu, ancaman gempa bumi juga menjadi perhatian utama mengingat adanya jalur sesar aktif yang melintasi beberapa wilayah di Kota Pahlawan. Kondisi geologis ini menuntut kesiapan mitigasi yang komprehensif dari pemerintah kota.

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya pemahaman dan kesadaran akan risiko-risiko ini. Kesiapsiagaan Bencana Geologi Surabaya menjadi prioritas untuk melindungi infrastruktur dan masyarakat.

Dalam upaya memperkuat Kesiapsiagaan Bencana Geologi Surabaya, Pemkot Surabaya telah menyiagakan berbagai sarana dan prasarana canggih. Sebanyak 97 unit kendaraan pemadam kebakaran disiagakan, termasuk 30 unit yang memiliki kemampuan khusus penyedotan genangan air.

Inovasi juga terlihat dengan pengerahan dua unit robot pemadam kebakaran. Robot ini dirancang untuk menangani medan berbahaya atau gedung dengan risiko paparan kimia, sehingga dapat melindungi nyawa personel di lapangan.

Armada lainnya termasuk satu unit mobil pemadam, mobil pemadam sistem Dismounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System (DAPS), serta armada berkapasitas besar 5.000 liter. Semua personel dan armada ini terintegrasi penuh dengan Command Center 112 dan Posko Terpadu yang siaga 24 jam.

Kesiapsiagaan Bencana Geologi Surabaya tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot semata, melainkan juga melibatkan sinergi kuat dengan berbagai pihak. Wali Kota Eri Cahyadi mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran TNI, khususnya Angkatan Laut.

TNI Angkatan Laut menyiagakan mobil medical check-up dan fasilitas kesehatan lengkap untuk mendukung upaya penanggulangan bencana. Fasilitas ini akan melengkapi mobil PMK milik Pemkot Surabaya yang dilengkapi fitur hyperbaric untuk bantuan oksigen darurat.

Kolaborasi antarlembaga ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menghadapi potensi bencana. Integrasi sistem dan sumber daya memastikan respons yang cepat dan efektif dalam setiap situasi darurat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi