Pemkot Malang Alihkan Dana Rp37,31 Miliar untuk Penanganan Corona

Jumat, 27 Maret 2020 03:35 Reporter : Darmadi Sasongko
Pemkot Malang Alihkan Dana Rp37,31 Miliar untuk Penanganan Corona Wali Kota Malang Sutiaji. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memangkas dan mengalihkan anggaran kegiatan termasuk perjalanan dinas untuk penanganan Covid-19. Saat ini telah terproyeksikan total anggaran sebesar Rp37,2 Miliar untuk penanganan wabah Covid-19.

"Telah terproyeksi total anggaran sekitar Rp37,2 Miliar, di dalamnya sudah termasuk angka alokasi pada Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 2,150 Miliar," kata Wali Kota Malang Sutiaji dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Sutiaji mengaku telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran untuk kepentingan penanganan Covid-19, termasuk melindungi warga terdampak secara langsung.

Sekda Wasto, yang juga Ketua Satgas Covid19 Kota Malang menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial kepada warga kota yang terdampak langsung. Bantuan sosial diperuntukkan seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), penyandang disabilitas tuna netra yang selama berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin.

Selain itu, penambahan anggaran juga digunakan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Malang. Karena nantinya akan berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.

"RSUD akan kita siapkan untuk menjadi rumah sakit rujukan, selain 4 yang sudah ditetapkan yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 miliar," kata Wasto.

Postur anggaran penanganan Covid-19, dapat diruraikan Rp 2,150 miliar dari BTT dan Rp 9,9 miliar bersumber dari Dinas Kesehatan yang dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang laboratorium kesehatan, pengadaan unit SiCo dan bahan disifectan.

Sementara Pemkot akan menginjeksi warga terdampak dengan alokasi sebesar Rp 10,260 miliar. "Kita tidak tahu sampai kapan badai ini berlalu, semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi," katanya.

Perumusan anggaran serta rujukan kegiatan melibatkan Ketua DPRD, Kejaksaan dan Polresta Malang Kota. Pembahasan dilakukan secara maraton diawali rapat Selasa (24/3) dan Kamis (26/3) di ruang sidang balai kota.

"Terus akan kami libatkan dan ajak bersama Dewan (Pimpinan), Kejaksaan (Kajari) maupun Polresta (Kapolresta)," imbuh Wasto.

Kasus Covid-19 Terus Bertambah

Pergerakan kasus Covid-19 di Kota Malang per 25 Maret 2020 mengalami tambahan 1 (satu) orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sehingga dua orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Secara khusus pasien dimaksud merupakan pasien yang memang posisi sudah dalam pengawasan, dan baru keluar hasil laboratoriumnya yang menegaskan positif. Di sisi lain angka PDP yang dalam proses perawatan dan menunggu hasil laboratorium juga bertambah. Pun demikian angka ODP (Orang Dalam Pantauan) juga meningkat dari hari ke hari," kata Sutiaji.

Artinya, lanjut Sutiaji, harus semakin waspada, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Karena untuk memutus mata rantai sebaran virus ini dibutuhkan kesadaran semua pihak.

Semua harus mengikuti imbauan untuk menghindari kontak langsung, menjaga jarak, bekerja atau aktivitas di rumah, dan sementara diupayakan tidak bepergian ke luar kota bila memang tidak penting.

Pemkot Malang juta mengetatkan jam operasional semua aktivitas usaha. Semua harus sudah tutup pukul 20.00 WIB dan segera pulang serta tidak melakukan aktivitas sosial.

"Tentu ini akan memberikan satu dampak. Tapi semuanya untuk kepentingan dan keberlanjutan kita semua. Hari ini kita telah rumuskan beberapa langkah antisipasi dan intervensi akan dampak-dampak yang mungkin terjadi," urainya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini