Pemkot Makassar Kerahkan 40 Personel Satgas Drainase untuk Atasi Banjir di Jalan Nasional

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum mengerahkan 40 personel Satgas Drainase untuk atasi banjir di jalan nasional akibat hujan deras, memastikan penanganan cepat dan efektif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Makassar Kerahkan 40 Personel Satgas Drainase untuk Atasi Banjir di Jalan Nasional
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum mengerahkan 40 personel Satgas Drainase untuk atasi banjir di jalan nasional akibat hujan deras, memastikan penanganan cepat dan efektif. (AntaraNews)

Hujan deras yang melanda Kota Makassar sejak Sabtu (21/2) siang hingga malam hari kembali memicu genangan air di sejumlah ruas jalan utama. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas warga di berbagai titik rawan banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), mengambil langkah cepat untuk mengatasi situasi tersebut.

Sebagai respons sigap, Pemkot Makassar mengerahkan 40 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase ke lokasi terdampak. Penanganan ini difokuskan pada jalan nasional seperti Jalan AP Pettarani yang mengalami luapan air signifikan. Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengonfirmasi pengerahan tim ini pada Minggu (22/2).

Sebanyak 40 personel tersebut dibagi menjadi dua kelompok kerja untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara maksimal. Mereka bertugas menyisir saluran drainase dan titik genangan guna mempercepat surutnya air. Arahan langsung dari Wali Kota menjadi pendorong utama respons cepat ini.

Respons Cepat Pemkot Makassar Tangani Genangan Air

Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Sabtu (21/2) siang hingga malam hari kembali menguji ketahanan sejumlah titik rawan banjir. Salah satu lokasi terdampak parah berada di kawasan Jalan AP Pettarani, tepatnya di belokan menuju Jalan Yusuf Daeng Ngawing, dekat kampus Universitas Negeri Makassar. Genangan ini sempat menghambat mobilitas warga dan kendaraan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar segera menginstruksikan penanganan cepat. Zuhaelsi Zubir menyatakan, "Pak Wali Kota langsung mengeluarkan arahan untuk mengatasi genangan air dan 40 personel langsung kita terjunkan tanpa harus menunggu air semakin tinggi." Ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menjaga kenyamanan publik.

Dinas PU Kota Makassar kemudian mengorganisir puluhan personel Satgas Drainase untuk segera turun ke lapangan. Mereka bergerak cepat di tengah guyuran hujan dan genangan yang masih mengalir. Langkah proaktif ini diambil untuk mencegah eskalasi masalah banjir di jalan-jalan utama.

Strategi Pembagian Tim dan Fokus Penanganan

Untuk efektivitas penanganan, 40 personel Satgas Drainase dibagi menjadi dua kelompok kerja. Pembagian tim ini bertujuan agar proses pembersihan dan penguraian banjir dapat dilakukan secara maksimal dan terfokus. Setiap kelompok memiliki area tanggung jawab yang spesifik.

Kelompok I bertugas melakukan pembersihan mulai dari Jalan Yusuf Daeng Ngawing hingga depan kampus Universitas Negeri Makassar di ruas Jalan AP Pettarani. Area ini merupakan salah satu titik krusial yang sering dilanda genangan. Fokus mereka adalah memastikan aliran air lancar di sekitar area kampus.

Sementara itu, Kelompok II menyisir dari perempatan Pettarani dan Jalan Andi Djemma hingga ke pintu air Landak Baru. Kedua kelompok ini bekerja simultan untuk mencakup area terdampak yang lebih luas. Koordinasi antar tim menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Di lapangan, tim Satgas tidak hanya membersihkan bagian permukaan saluran. Mereka juga turun langsung ke dalam got untuk memastikan tidak ada sumbatan di dalam drainase. Dengan peralatan seadanya, para personel membuka penutup selokan dan mengangkat endapan lumpur.

Mengatasi Penyebab Utama Banjir: Sampah dan Sedimen

Penyebab utama genangan air di Makassar seringkali adalah tumpukan sampah dan sedimen yang menyumbat saluran drainase. Personel Satgas Drainase fokus pada pembersihan elemen-elemen penghambat aliran air ini. Mereka berupaya mengembalikan fungsi drainase secara optimal.

Zuhaelsi Zubir menjelaskan, "Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tumpukan sampah serta sedimentasi yang menghambat aliran air." Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah, mengurai lumpur, serta membuka tali-tali air yang tersumbat. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan air dapat kembali mengalir lancar.

Dengan upaya ini, air dapat kembali mengalir lancar menuju saluran pembuangan utama. Langkah cepat ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi durasi genangan. Keberhasilan penanganan banjir sangat bergantung pada pemeliharaan drainase yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi