Pemkot Magelang Terapkan Pembayaran Retribusi QRIS, Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi

Inovasi SATRIA QRIS dari Pemkot Magelang hadirkan kemudahan pembayaran retribusi QRIS, dorong digitalisasi layanan publik, serta tingkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Magelang Terapkan Pembayaran Retribusi QRIS, Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi
Inovasi SATRIA QRIS dari Pemkot Magelang hadirkan kemudahan pembayaran retribusi QRIS, dorong digitalisasi layanan publik, serta tingkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan inovasi pembayaran retribusi daerah secara nontunai. Sistem ini dikenal sebagai SATRIA QRIS (Sistem Transformasi Retribusi Digital Berbasis QRIS).

Inisiatif ini bertujuan mempercepat digitalisasi layanan publik sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola pemerintahan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Nanang Kristiyono, menyatakan bahwa SATRIA QRIS dikembangkan untuk mendukung percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Implementasi ini telah berjalan di tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil retribusi.

Sistem SATRIA QRIS memungkinkan masyarakat membayar retribusi secara digital melalui QRIS dengan proses yang lebih mudah, aman, dan transparan. Ini menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang efisien.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran retribusi adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Transformasi dari konvensional ke digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Kehadiran SATRIA QRIS menjadi langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi pemerintahan sekaligus mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, sistem tersebut juga membuat pencatatan transaksi lebih akurat. Hal ini berdampak positif pada pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

Hingga saat ini, implementasi SATRIA QRIS telah berhasil diterapkan di tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil retribusi. Ini menunjukkan komitmen Pemkot Magelang terhadap inovasi.

Ketujuh OPD tersebut meliputi Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata. Mereka berperan penting dalam menyukseskan program ini.

Selanjutnya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga terlibat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang turut serta dalam implementasi.

Terakhir, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro juga menjadi bagian dari OPD yang menerapkan sistem pembayaran retribusi ini. Kolaborasi antar-OPD menjadi kunci keberhasilan.

Larsita mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi semata. Komitmen seluruh pemangku kepentingan juga sangat esensial dalam membangun budaya transaksi nontunai.

Pemerintah Kota Magelang terus berupaya menyediakan layanan yang cepat, mudah, aman, dan transparan bagi warganya. Inovasi SATRIA QRIS adalah bukti nyata dari komitmen tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengadopsi teknologi digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dengan adopsi teknologi pembayaran digital seperti QRIS, Pemkot Magelang optimistis dapat mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi