Pemkot Denpasar Gencarkan Pembagian BKB Kit Stunting untuk Pola Asuh 1.000 HPK

Pemerintah Kota Denpasar aktif membagikan BKB Kit Stunting guna mendukung pola asuh yang benar pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan menekan angka stunting di wilayahnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Denpasar Gencarkan Pembagian BKB Kit Stunting untuk Pola Asuh 1.000 HPK
Pemerintah Kota Denpasar aktif membagikan BKB Kit Stunting guna mendukung pola asuh yang benar pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan menekan angka stunting di wilayahnya. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Denpasar, Bali, terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan stunting melalui inisiatif pembagian alat Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting. Langkah ini dirancang khusus untuk meningkatkan penerapan pola asuh yang tepat selama periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Harapannya, program ini dapat secara signifikan menurunkan prevalensi stunting di ibu kota Provinsi Bali tersebut.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar, pada hari Selasa, kembali melanjutkan distribusi kit stunting ini. Pembagian dilakukan di tiga lokasi strategis yang tersebar di wilayah Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Pemkot Denpasar untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran pembagian kit stunting meliputi Banjar Dakdakan di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, serta Banjar Bun di Kelurahan Dangin Puri, dan Banjar Ceramcam di Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan dan potensi dampak yang diharapkan. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan alat bantu langsung kepada keluarga yang memiliki balita.

Alat BKB Kit Stunting adalah seperangkat alat bantu penyuluhan yang dirancang khusus untuk mendukung kader dalam memberikan edukasi. Kit ini berisi materi informatif dan berbagai alat permainan edukatif yang sangat berguna bagi orang tua, keluarga balita, serta anak-anak itu sendiri. Tujuannya adalah untuk mempermudah penyampaian informasi penting mengenai gizi, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menegaskan bahwa pembagian kit stunting ini memiliki peran vital. "Diharapkan penyerahan BKB Kit Stunting ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama dalam hal kesehatan, pencegahan stunting, edukasi bagi anak-anak," ujarnya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pola asuh yang diterapkan oleh keluarga di Denpasar.

Ayu Kristi juga menambahkan bahwa BKB Kit Stunting diharapkan dapat memicu peningkatan kesadaran masyarakat. Kesadaran ini terutama berkaitan dengan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak sejak dini. Dengan demikian, pengasuhan yang lebih baik dan terarah dapat terwujud, mendukung perkembangan optimal anak-anak di Denpasar. Kit ini adalah bantuan dari BKKBN pusat.

Melalui BKB Kit Stunting, keluarga di Denpasar diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi serta alat yang diperlukan. Akses ini penting untuk pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Kemudahan akses tersebut menjadi kunci dalam memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang layak untuk mencegah stunting.

Kepala Lingkungan Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, I Nyoman Widiantara, menyambut baik inisiatif ini. Usai menerima BKB Kit Stunting secara simbolis, ia menyatakan bahwa seperangkat alat edukatif ini akan diperuntukkan bagi para balita dan anak-anak yang datang di Posyandu. Ini menunjukkan integrasi program dengan fasilitas kesehatan masyarakat yang sudah ada.

"Ini sekaligus menjadi daya tarik juga bagi anak-anak dan balita agar semakin betah nanti saat datang ke Posyandu. Terima kasih Pemerintah Kota Denpasar untuk alat edukatif ini," kata I Nyoman Widiantara. Antusiasme ini menunjukkan bahwa program pembagian BKB Kit Stunting tidak hanya memberikan manfaat edukatif, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih menarik bagi anak-anak di Posyandu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi